DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, harga emas di kawasan Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, justru melonjak tajam.
Per 29 Desember 2025, harga emas tercatat menembus Rp 6.900.000 per mayam--setara 3 gram--belum termasuk ongkos pembuatan.
Muklis, pemilik Toko Emas Mexico di Panton Labu, mengatakan harga tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di daerah itu.
“Ini harga paling tinggi yang pernah ada. Sekarang pembeli jauh lebih banyak dibandingkan yang menjual,” kata Muklis saat diwawancarai Dialeksis, Senin.
Menurut dia, tingginya harga tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli emas. Aktivitas jual beli justru terpantau ramai, meskipun kondisi ekonomi warga pascabanjir masih dalam tahap pemulihan.
Muklis menjelaskan, sebagian besar pembeli menjadikan emas sebagai investasi jangka panjang. Tren kenaikan harga yang konsisten membuat emas dinilai aman untuk menyimpan nilai aset.
“Rata-rata orang beli untuk investasi. Harga emas makin hari makin naik, kalau pun turun biasanya tidak signifikan,” pungkasnya.