Kamis, 03 April 2025
Beranda / Ekonomi / Program Induk Udang Vaname Nusa Dewa Dorong Peningkatan Sektor Perikanan Nasional

Program Induk Udang Vaname Nusa Dewa Dorong Peningkatan Sektor Perikanan Nasional

Senin, 31 Maret 2025 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi
Foto: dok. KKP

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Program induk udang vaname unggul Nusa Dewa (NSD), yang diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dua tahun lalu, terus membuktikan perannya dalam mendukung peningkatan produksi udang nasional. Langkah ini bertujuan untuk menyediakan benih udang vaname berkualitas yang mampu mempercepat produksi udang di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya (DJPB), Tb Haeru Rahayu, menjelaskan dalam siaran resmi bahwa "Induk udang vaname Nusa Dewa berkomitmen dalam menyediakan benih udang vaname berkualitas guna mendukung peningkatan produksi udang nasional." 

Hal ini semakin terbukti dengan pencapaian yang signifikan dari Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem yang telah mendistribusikan induk udang vaname Nusa Dewa ke berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahun 2024, BPIU2K Karangasem berhasil mendistribusikan 16.800 ekor induk udang vaname Nusa Dewa, dan pada awal tahun 2025, telah mendistribusikan 4.710 calon induk untuk mendukung pembudidaya udang dan meningkatkan PNBP. 

Tb Haeru Rahayu optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu negara penghasil udang vaname terbesar di dunia, berkat meningkatnya distribusi setiap tahun. 

“Capaian peningkatan jumlah distribusi setiap tahun menunjukkan kehadiran DJPB Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di industri perudangan nasional,” ujar Dirjen Tebe.

Sementara itu, pengembangan induk udang vaname Nusa Dewa menunjukkan kemajuan yang signifikan. Induk ini memiliki lima keunggulan utama: Fast Growth (pertumbuhan cepat), Balance (keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan), Resisten terhadap WSSV (White Spot Syndrome Virus), Toleran terhadap AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease), dan Plant Based Protein (strain yang beradaptasi dengan penggunaan protein nabati).

Kepala BPIU2K Karangasem, Wendy Tri Prabowo, juga menambahkan bahwa antara 2022 hingga 2024, distribusi induk udang Nusa Dewa mencapai 42.548 ekor yang tersebar di sembilan provinsi, termasuk Aceh, Lampung, Banten, dan Jawa Tengah. Selain itu, induk ini dikembangkan oleh 42 pelaku usaha swasta di seluruh Indonesia. 

"Induk udang vaname produk Indonesia ini turut dikembangkan oleh pelaku usaha swasta, dan tercatat sebanyak 42 pelaku usaha swasta mengembangkan induk ini di berbagai daerah di Indonesia," jelas Wendy.

Induk udang Nusa Dewa telah melalui proses pengembangan dengan platform molecular breeding dan telah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan nomor EC00202273964. Proses ini meliputi keunikan mengkuantifikasi sifat-sifat unggul yang dikembangkan oleh tim Laboratorium BPIU2K Karangasem. 

"Nusa Dewa juga telah menyelesaikan whole genome sequence (WGS), untuk menunjukkan genuitas terhadap produk beredar lainnya, sekaligus sebagai kekayaan sumber daya genetic (SDG) yang dikembangkan KKP," ujar Wendy.

Salah satu pembudidaya udang di Kalianda, Lampung Selatan, Uus, mengungkapkan bahwa permintaan untuk nauplii dan benih 

udang Nusa Dewa sangat tinggi. Ia mengaku bahwa produk ini memiliki daya tahan yang kuat dan pertumbuhan yang cepat. “Permintaan yang tinggi baik pada musim hujan maupun selama kemarau terhadap nauplii dan benih udang vaname Nusa Dewa menunjukkan bahwa keberadaannya menjadi solusi dan alternatif bagi pelaku usaha,” kata Uus.

Secara keseluruhan, program induk udang vaname Nusa Dewa menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk unggulan yang dapat bersaing di pasar global sekaligus mendukung sektor perikanan nasional. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI