Minggu, 31 Agustus 2025
Beranda / Ekonomi / Stok Beras Aceh Aman Hingga Mei 2026, BULOG Minta Warga Tenang

Stok Beras Aceh Aman Hingga Mei 2026, BULOG Minta Warga Tenang

Sabtu, 30 Agustus 2025 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kepala Perum BULOG Kanwil Aceh, Ihsan (tengah). Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh terus menggenjot penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. 

Hingga akhir Agustus 2025, BULOG mencatat telah menyalurkan sekitar 3.332 ton beras SPHP ke berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Kepala Perum BULOG Kanwil Aceh, Ihsan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada BULOG. 

Target penyaluran beras SPHP untuk periode Juli-Desember 2025 mencapai 27.400 ton, dan hingga kini sudah terealisasi sekitar 3.332 ton.

“Kalau dihitung dari Januari sampai Agustus, total penyaluran beras SPHP di Aceh sudah 7.000 ton. Ini terus kita laksanakan hingga Desember nanti, sesuai dengan penugasan pusat,” ujar Ihsan kepada media dialeksis.com, Sabtu (30/8/2025).

Banda Aceh dan Aceh Besar Jadi Daerah Serapan Tertinggi

Menurut Ihsan, distribusi beras SPHP tersebar merata di seluruh kabupaten/kota di Aceh, dengan serapan terbesar di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Lhokseumawe. 

Mekanisme penyaluran dilakukan melalui pedagang eceran di pasar tradisional, outlet binaan pemerintah dan BUMN, Rumah Pangan Kita (RPK), instansi pemerintah dan koperasi, serta Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Untuk pembelian di masyarakat, aturannya tetap sama. Satu orang maksimal bisa membeli dua kantong. Setelah itu, jika masih butuh, bisa membeli lagi keesokan harinya. Intinya, suplai ini kita jaga setiap hari agar harga beras tidak merangkak naik,” jelasnya.

Ihsan menambahkan, BULOG Aceh menaruh perhatian khusus pada pasar-pasar yang menjadi titik pantauan inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 

“Pasar Ulee Kareng dan Pasar Almahirah, misalnya, kita kawal ketat. Dengan adanya SPHP, harga beras di pasar saat ini sudah setara dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp14.000 per kilogram,” katanya.

BULOG Aceh menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok yang ada di gudang-gudang BULOG dipastikan mencukupi hingga Mei 2026 mendatang.

“Gudang BULOG di seluruh Aceh punya cadangan yang cukup. Jadi masyarakat jangan khawatir, karena program SPHP ini memang kita jalankan untuk stabilisasi, bukan untuk membuat pasar panik,” ungkap Ihsan.

Lebih jauh, ia memastikan bahwa pelaksanaan program SPHP tidak berdampak negatif terhadap harga gabah petani lokal. BULOG tetap melakukan pembelian gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram pada musim panen gadu.

“Ini juga bentuk dukungan kami terhadap petani Aceh. Jadi selain menjaga konsumen, BULOG tetap menjaga kesejahteraan petani agar harga gabah mereka tidak jatuh,” tegasnya.

Dengan sinergi antara penyaluran beras SPHP secara merata dan panen gadu yang diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus hingga Oktober 2025, BULOG Aceh optimistis harga beras akan tetap terkendali.

“Kalau suplai terjaga dan panen berjalan baik, harga beras otomatis akan turun dan stabil. Jadi baik petani maupun masyarakat sama-sama mendapatkan manfaat. Inilah yang kita harapkan untuk menjaga ketahanan pangan Aceh ke depan,” pungkas Ihsan.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka