Sabtu, 15 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Warga Banda Aceh Rasakan Manfaat GPM: Telur hingga Beras Lebih Terjangkau

Warga Banda Aceh Rasakan Manfaat GPM: Telur hingga Beras Lebih Terjangkau

Jum`at, 14 Agustus 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh mendapat respons positif dari masyarakat. [Foto: Diskominfotik BNA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh mendapat respons positif dari masyarakat. Program subsidi pangan tersebut dinilai membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan pasaran.

Salah seorang warga Gampong Ateuk Munjeng, Nursiah, mengaku terbantu dengan subsidi Rp50 ribu yang diberikan Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan membayar Rp168 ribu, ia mendapatkan paket berisi sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak.

“Sekarang harga telur dan ayam sudah meningkat sekali. Dengan adanya ini, telur jauh lebih terjangkau, bahkan lebih murah daripada yang kami beli di pasar,” kata Nursiah, Jumat (14/8/2026).

Warga lainnya, Emi, juga merasakan manfaat program tersebut. Menurutnya, GPM hadir di tengah kondisi harga sejumlah bahan kebutuhan pokok yang masih tinggi.

“Dengan adanya pasar murah seperti ini, masyarakat kita terbantu. Walaupun tidak 100 persen, katakanlah 70 sampai 80 persen terbantu,” ujarnya.

Emi mengapresiasi pemerintah dan petugas pangan yang telah menyelenggarakan GPM. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering agar masyarakat memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih terjangkau.

“Dengan adanya seperti ini, sangat membantu para warga. Saya berharap segera diadakan lagi acara-acara seperti ini,” katanya.

Selain harga, Emi menilai pelayanan dalam pelaksanaan GPM juga berjalan baik. Ia menyebut warga yang membutuhkan perhatian lebih mendapat prioritas, termasuk lansia, ibu hamil, serta warga yang membawa bayi.

“Cara pelaksanaannya sangat baik. Lansia, ibu hamil, dan yang membawa anak-anak bayi didahulukan,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI