DIALEKSIS.COM | Aceh - Pagar tinggi nan kokoh kerap menjadi pilihan pemilik rumah mewah di lokasi strategis. Tak jarang, struktur tersebut bahkan menutupi atap bangunan, seolah mengisyaratkan batas yang tegas antara privasi dan dunia luar. Namun, di balik tren ini, muncul pertanyaan apa makna dari keilmuan psikolog ketika rumah berpagar tinggi?
Menurut psikolog Tengku Sheila Noor Faraza, pagar tidak sekadar pembatas fisik, melainkan simbol kebutuhan psikologis pemilik rumah. “Semakin tinggi rasa insecurity seseorang, semakin tinggi pula kecenderungannya membangun pagar. Tujuannya untuk meminimalisasi akses orang tak dikenal ke ruang privat,” ujarnya kepada Dialeksis (Rabu, 2/4/2025).
Lebih lanjut, Sheila menjelaskan bahwa pagar juga menjadi penanda teritori dan karakter penghuni. “Arsitektur pagar kerap merefleksikan status sosial dan selera pemilik. Rumah megah dengan pagar tinggi dan desain estetis, misalnya, menunjukkan keinginan pemilik untuk menonjolkan eksistensi sekaligus menjaga keamanan,” tambahnya.
Bagi sebagian orang, kata dia, pagar adalah “wajah status sosial”. “Jika ingin terlihat mewah dan diakui orang maka model dan kekokohan pagar harus terkesan mewah dan berbeda. Ini adalah cara menciptakan kesan yang eksklusif serta mencerminkan status seseorang” papar Sheila.
Di luar aspek psikologis, ketinggian pagar juga perlu mempertimbangkan etika bertetangga. Dalam artikel ilmiah Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement for Peace, Ingrid Mattson mengingatkan pentingnya menghindari pagar yang bayangannya menghalangi cahaya matahari ke rumah tetangga.
“Pagar tinggi boleh jadi melindungi privasi, tetapi jika bayangannya mengganggu tetangga, itu bertentangan dengan prinsip hidup harmonis dalam Islam,” jelas Sheila, yang juga mengapresiasi nilai kearifan lokal ini.
"Namun, di area rawan atau properti mewah, ketinggian bisa lebih, asal tidak mengabaikan aspek sosial,” ucapnya lagi.
Diakhir komentar Sheila mengungkapkan, pagar tinggi mungkin menjawab kebutuhan rasa aman, tetapi ketinggian yang berlebihan berisiko menciptakan kesan eksklusif yang justru mengikis kepercayaan tetangga. Seperti diingatkan Sheila, “Keamanan tidak hanya berasal dari fisik pagar, tapi juga hubungan baik dengan lingkungan.”