DIALEKSIS.COM | Jakarta - Video Teh Botol Sosro kemasan kotak yang mengeluarkan buih dan disebut berbau sabun memicu perhatian publik. Penyebabnya masih perlu diperiksa, sementara konsumen perlu berhati-hati ketika menemukan makanan atau minuman dengan kondisi tidak lazim.
Mengutip detikHealth, video tersebut diunggah akun Instagram @juanardya setelah temuan di tengah aksi massa di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Juan, perekam video, mengaku mencium aroma menyerupai sabun cuci piring dari cairan yang keluar saat kemasan ditekan. health.detik.com
PT Sinar Sosro menyatakan melakukan investigasi untuk menelusuri kejadian tersebut. Dalam pernyataan yang dikutip detikHealth, Kamis (29/10/2026), perusahaan menyampaikan bahwa informasi lanjutan akan diberikan setelah pemeriksaan menghasilkan kejelasan. Buih dan aroma yang dilaporkan belum cukup untuk memastikan adanya kontaminasi sabun. health.detik.com
Dalam ulasan detikHealth yang ditulis Mhd. Aldrian, S.Gz., Jumat (30/10/2026), konsumen disarankan menghentikan konsumsi produk yang dicurigai bermasalah. Mencicipi ulang untuk memastikan perubahan rasa sebaiknya dihindari.
Perubahan bau, warna, atau tekstur perlu menjadi perhatian. Namun, tampilan dan aroma yang normal juga tidak selalu menjamin pangan bebas dari kontaminasi.
Apabila produk sudah terlanjur dikonsumsi dan muncul keluhan seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut, konsumen perlu mencari pertolongan medis, terutama bila gejalanya berat atau berkelanjutan.
Kemasan beserta informasi produk sebaiknya disimpan untuk membantu penelusuran. Catat nama produk, nomor izin edar, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta tempat pembelian. Foto atau video kondisi produk juga dapat melengkapi laporan.
Sebagai langkah pencegahan umum, BPOM mengingatkan masyarakat menerapkan Cek KLIK, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. Kemasan yang bocor, menggembung, atau rusak perlu dihindari. Tanggal kedaluwarsa yang masih berlaku perlu dibaca bersama kondisi fisik produk dan petunjuk penyimpanannya. Badan Pengawas Obat dan Makanan
Dugaan produk bermasalah dapat dilaporkan kepada produsen maupun BPOM. Masyarakat dapat menghubungi HALO BPOM 1500533, mengirim pengaduan melalui halobpom@pom.go.id, atau menggunakan kanal pengaduan di situs resmi BPOM. Informasi produk dan dokumentasi kondisi barang membantu petugas menindaklanjuti laporan. Badan Pengawas Obat dan Makanan