Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Haba Ramadan / Prof Syamsul Rijal: Ramadan Momentum Transformasi, Bukan Sekadar Pengulangan

Prof Syamsul Rijal: Ramadan Momentum Transformasi, Bukan Sekadar Pengulangan

Jum`at, 27 Februari 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Syamsul Rijal . Foto: for Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Syamsul Rijal mengingatkan pentingnya memaknai Ramadan sebagai ruang transformasi diri, bukan sekadar siklus ibadah tahunan.

Hal itu ia sampaikan dalam ceramah tarawih di Masjid Fathu Qarib, Rabu, 25 Februari 2026. Di hadapan jamaah, ia mengajak umat Islam merefleksikan seberapa jauh Ramadan berdampak pada perubahan karakter.

“Jika seseorang mulai berpuasa sejak usia 10 tahun dan hari ini berusia 70, berarti ia telah 60 kali berjumpa Ramadan. Pertanyaannya, apa yang berubah?” ujarnya.

Menurut dia, keberuntungan Ramadan tidak otomatis hadir hanya karena seseorang menjalankan puasa. Ia mengutip peringatan Nabi bahwa ada orang yang berpuasa namun tidak memperoleh apa-apa selain lapar dan dahaga. Karena itu, esensi Ramadan terletak pada pembersihan hati dan perbaikan akhlak.

Prof Syamsul menekankan pentingnya mengosongkan hati dari riya, kesombongan, dan dorongan ingin dipuji dalam beribadah. 

“Ibadah harus menghadirkan keikhlasan dan berdampak pada perilaku sosial,” katanya.

Ia juga mengkritik kecenderungan sebagian orang yang merasa paling benar dan seolah memegang “kunci surga”. Menurutnya, agama tidak mengajarkan penghakiman, melainkan menghadirkan empati dan doa bagi sesama.

Mengutip Surah Taha, ia menjelaskan bahwa bahkan kepada Fir’aun sekalipun, Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk berbicara dengan lemah lembut. Pesan itu, kata dia, menunjukkan pentingnya etika komunikasi dalam dakwah.

Selain itu, ia menyinggung doa Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan sebagai contoh refleksi diri dan pengakuan atas keterbatasan manusia. Doa tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa dalam situasi sulit, yang dibutuhkan bukan sekadar keluhan, melainkan kesadaran dan kepasrahan kepada Allah. [ ]

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI