DIALEKSIS.COM | Bandung - Isu kedaulatan udara Indonesia kembali menjadi sorotan dalam program Inspirasi Pagi MQFM Bandung Rabu 15 April 2026 pukul 7 pagi, melalui segmen Sudut Pandang. Dalam wawancara khusus tersebut, Pengamat Politik dan Keamanan dari Jaringan Survei Inisiatif, Aryos Nivada, memaparkan sejumlah pandangan kritis terkait pentingnya menjaga kedaulatan udara sebagai bagian integral dari pertahanan negara.
Menurut Aryos, kedaulatan udara tidak bisa dipahami hanya sebagai ruang kosong yang dilalui pesawat, melainkan sebagai wilayah strategis yang mencerminkan kontrol penuh negara atas teritorinya. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk pelonggaran terhadap akses pihak asing di ruang udara Indonesia harus dikaji secara sangat hati-hati.
“Ruang udara itu adalah simbol kedaulatan. Ketika negara tidak memiliki kontrol penuh atas wilayah udaranya, maka di situlah letak kerentanan terhadap aspek pertahanan dan keamanan,” ujar Aryos.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam bentuk sistem pengawasan dan pertahanan udara yang kuat. Menurutnya, Indonesia harus mampu mendeteksi, mengidentifikasi, hingga merespons setiap aktivitas di wilayah udara nasional secara mandiri dan cepat.
“Bukan hanya soal siapa yang melintas, tetapi bagaimana negara mampu memonitor dan memastikan bahwa setiap aktivitas di udara kita tidak membahayakan kepentingan nasional,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, Aryos turut mengingatkan bahwa kerja sama internasional di bidang pertahanan memang penting, namun tidak boleh mengorbankan prinsip dasar kedaulatan. Ia menilai bahwa setiap perjanjian atau kesepakatan harus tetap mengacu pada kepentingan nasional dan tidak membuka celah dominasi pihak asing.
“Kita tidak anti kerja sama, tetapi kerja sama itu harus setara dan tidak mengurangi hak kita sebagai negara berdaulat. Jangan sampai ada kesan bahwa kita memberikan ruang tanpa kontrol,” tegasnya.
Lebih jauh, Aryos juga menyinggung perlunya sinergi antar lembaga, baik militer maupun sipil, dalam menjaga ruang udara Indonesia. Ia menilai bahwa penguatan regulasi, teknologi pertahanan, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ke depan.
Menutup wawancara, Aryos menegaskan bahwa menjaga kedaulatan udara bukan hanya tugas aparat pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama sebagai bangsa.
“Kedaulatan udara itu bukan hanya soal pertahanan, tapi juga soal harga diri bangsa. Negara harus hadir, kuat, dan tidak boleh ragu dalam menjaga wilayahnya,” pungkasnya.
Program Sudut Pandang MQFM melalui perbincangan ini diharapkan mampu membuka wawasan publik bahwa isu kedaulatan udara merupakan persoalan strategis yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di tengah dinamika geopolitik dan kerja sama internasional yang semakin kompleks.