Sabtu, 27 Juni 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Fachrul Razi: Ruddi Setiawan Sosok Tepat Pimpin Polda Aceh

Fachrul Razi: Ruddi Setiawan Sosok Tepat Pimpin Polda Aceh

Jum`at, 26 Juni 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Brigjen Pol. Ruddi Setiawan. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Tokoh nasional asal Aceh, Dr. Fachrul Razi, M.I.P., menilai penunjukan Brigjen Pol. Ruddi Setiawan sebagai Kepala Kepolisian Daerah Aceh merupakan keputusan yang tepat dan strategis.

Menurut Fachrul, Aceh saat ini menghadapi dua persoalan besar yang membutuhkan kepemimpinan kepolisian yang kuat, tegas, dan memahami karakter daerah, yakni peredaran narkoba serta praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

“Aceh hari ini tidak sedang baik-baik saja. Kita menghadapi ancaman serius narkoba dan korupsi. Dua persoalan ini sama-sama merusak masa depan Aceh. Karena itu, hadirnya Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh adalah pilihan yang sangat tepat,” ujar Fachrul Razi dalam wawancara dengan Dialeksis, Jumat (26/6/2026).

Fachrul mengatakan, Brigjen Ruddi bukan sosok baru bagi Aceh. Ia dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam penegakan hukum, terutama saat pernah bertugas dan berhasil membongkar jaringan narkoba internasional yang menjadikan wilayah pesisir Aceh sebagai jalur penyelundupan.

“Beliau punya pengalaman nyata. Bukan hanya memahami peta keamanan Aceh, tetapi juga pernah membuktikan kapasitasnya dalam menghadapi sindikat narkoba besar. Itu modal penting untuk memimpin Polda Aceh hari ini,” katanya.

Menurut Fachrul, persoalan narkoba di Aceh tidak bisa lagi dipandang sebagai kasus biasa. Peredaran narkotika, terutama melalui jalur laut, telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda, stabilitas sosial, dan masa depan pembangunan daerah.

Ia menilai, Aceh membutuhkan Kapolda yang tidak hanya berani menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mampu membongkar jaringan besar di balik peredaran narkoba tersebut.

“Narkoba ini bukan hanya soal pemakai. Ada jaringan, ada uang besar, ada aktor, ada jalur distribusi. Maka penanganannya harus kuat, terukur, dan tidak boleh setengah hati,” tegasnya.

Selain narkoba, Fachrul juga menyoroti praktik korupsi yang menurutnya masih menjadi tantangan besar bagi Aceh. Ia berharap Kapolda Aceh yang baru dapat membangun sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk memperkuat agenda pemberantasan korupsi.

“Korupsi membuat Aceh tertinggal. Anggaran yang seharusnya untuk rakyat bisa bocor di tengah jalan. Karena itu, penegakan hukum harus memberi rasa takut kepada pelaku korupsi dan memberi harapan kepada masyarakat,” ujar Fachrul.

Fachrul menilai Brigjen Ruddi memiliki keunggulan lain, yakni kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Aceh. Ia menyebut, kepemimpinan kepolisian di Aceh tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan hukum, tetapi juga harus memahami adat, budaya, ulama, dan kearifan lokal.

“Aceh punya karakter khusus. Pendekatan keamanan di Aceh harus tegas, tetapi tetap humanis. Harus mampu merangkul ulama, tokoh adat, akademisi, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Menurut Fachrul, stabilitas keamanan Aceh ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan Polda Aceh membangun kepercayaan publik. Ia berharap Brigjen Ruddi Setiawan mampu menjadikan Polda Aceh sebagai institusi yang dekat dengan rakyat, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan berani menghadapi kejahatan besar.

“Polda Aceh harus menjadi rumah besar bagi keadilan masyarakat. Rakyat harus merasa dilindungi, sementara pelaku kejahatan harus tahu bahwa negara hadir dan tidak boleh dipermainkan,” ujarnya.

Fachrul juga berharap Pemerintah Aceh, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen sipil dapat memberikan dukungan penuh kepada Kapolda Aceh yang baru. Menurutnya, pemberantasan narkoba dan korupsi tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi memerlukan gerakan bersama.

“Kita harus menyambut Kapolda Aceh yang baru dengan semangat kebersamaan. Ini momentum memperkuat Aceh, membersihkan Aceh dari narkoba, menutup ruang korupsi, dan membangun daerah yang bermartabat,” kata Fachrul.

Ia optimistis, dengan rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki, Brigjen Ruddi Setiawan mampu membawa energi baru dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polda Aceh.

“Bagi saya, Brigjen Ruddi Setiawan adalah sosok yang tepat untuk Aceh saat ini. Aceh membutuhkan pemimpin kepolisian yang tegas, berintegritas, memahami daerah, dan berani melawan kejahatan besar. Saya yakin beliau mampu menjawab harapan masyarakat Aceh,” tutup Fachrul Razi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes