Sabtu, 22 Agustus 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Kapolda-Wakapolda Aceh Raih Pin Emas Kapolri, Pendekatan Humanis Berbuah Apresiasi

Kapolda-Wakapolda Aceh Raih Pin Emas Kapolri, Pendekatan Humanis Berbuah Apresiasi

Jum`at, 21 Agustus 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan dan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo meraih Pin Emas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Keputusan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan turun langsung menghadapi massa di tengah situasi yang memanas pada peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh berbuah penghargaan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan Pin Emas kepada Ruddi dan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Kepala Unit 1 Subdirektorat IV Intelkam Polda Aceh, Kompol I Ketut Supriyatna. Ketiganya dinilai menunjukkan keberanian, dedikasi, dan tanggung jawab dalam menangani situasi di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Kala itu, kegiatan zikir, doa tolak bala, serta Aksi Bela Nanggroe dan Syariat sempat diwarnai kericuhan setelah muncul pengibaran bendera Bulan Bintang.

Di tengah ketegangan tersebut, Ruddi bersama Ari memilih hadir langsung di hadapan massa. Keduanya membangun komunikasi, melakukan negosiasi, dan berupaya menurunkan tensi agar keadaan tidak berkembang menjadi benturan yang lebih luas.

Langkah persuasif itu menjadi penentu. Situasi yang sempat memanas dapat dikendalikan, proses penurunan bendera berlangsung aman, dan kondisi Banda Aceh berangsur kembali kondusif. Selepas kejadian, Polda Aceh juga meningkatkan patroli untuk mencegah munculnya gangguan lanjutan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan Polri kepada personel yang menunjukkan pengabdian, keberanian, dan tanggung jawab ketika menjalankan tugas.

“Apa yang dilakukan personel tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab mereka menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Isir dalam keterangannya, Kamis malam (20/8/2026).

Selain Pin Emas Kapolri, Polri memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada tiga personel yang ikut bertugas di lapangan. Mereka adalah Kompol Saiful Hadi, Aipda Azhari, dan Bripda Azkar.

Penghargaan tersebut menegaskan bahwa ketegasan aparat tidak selalu harus ditampilkan melalui pengerahan kekuatan. Dalam menghadapi masyarakat”terlebih di Aceh yang memiliki sejarah konflik panjang komunikasi, kesabaran, dan keberanian mengambil risiko untuk berdialog justru dapat menjadi instrumen paling efektif.

Kepemimpinan Ruddi dalam peristiwa itu memperlihatkan pendekatan kepolisian yang tidak berjarak. Ia tidak sekadar memberikan perintah dari balik garis pengamanan, tetapi hadir di titik paling krusial untuk memastikan keselamatan masyarakat dan personel tetap menjadi prioritas.

Menurut Isir, dedikasi para personel tersebut diharapkan menjadi teladan bagi anggota Polri lainnya agar senantiasa bekerja secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

“Polri akan terus memberikan apresiasi kepada anggotanya yang menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas demi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Sehari setelah kericuhan, Polda Aceh memastikan keadaan kembali aman. Kepolisian juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat bersama TNI-Polri dalam meredam keadaan serta menjaga perdamaian tetap terpelihara.

Pin Emas Kapolri ini bukan semata penghargaan personal. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap pendekatan dialogis dan humanis yang dijalankan jajaran Polda Aceh dalam menghadapi situasi sensitif.

Di daerah pascakonflik seperti Aceh, keberanian menemui massa, membuka komunikasi, dan mencegah jatuhnya korban merupakan bentuk kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus merawat perdamaian.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub