Kamis, 28 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Polantas Harus Humanis, Kakorlantas Ajak Rangkul Komunitas Ojol

Polantas Harus Humanis, Kakorlantas Ajak Rangkul Komunitas Ojol

Rabu, 27 Mei 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Polantas Harus Humanis, Kakorlantas Ajak Rangkul Komunitas Ojol.[Foto: korlantas.polri.go.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) di daerah aktif membangun komunikasi dan kedekatan dengan komunitas ojek online (ojol) serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Karena itu, kata Kakorlantas, jajaran Polantas diminta tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat.

“Saya mengapresiasi rekan-rekan Dirlantas yang selama ini sudah aktif membangun komunikasi dengan komunitas ojol. Rangkul mereka, rangkul seluruh komunitas, jalin silaturahmi, dan ke depan kita akan membentuk Asosiasi Ojol Nusantara,” ujar Kakorlantas.

Ia menilai para pengemudi ojol merupakan bagian penting yang setiap hari berada di jalan dan memiliki peran strategis dalam memberikan informasi maupun masukan kepada kepolisian.

“Komunitas ojol ini adalah bagian dari saudara kita yang setiap hari berada di jalan. Mereka bisa menjadi mitra untuk memberikan informasi, berdiskusi, sekaligus membantu menciptakan ketertiban lalu lintas. Alhamdulillah, saat saya turun langsung ke lapangan, mereka merasa bangga karena dirangkul dan diajak dekat oleh Polantas,”kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Kakorlantas menegaskan paradigma Polantas saat ini harus berubah. Pendekatan kepada masyarakat tidak lagi semata-mata melalui penilangan atau penegakan hukum, melainkan lewat pendekatan hati dan silaturahmi.

“Pendekatan kita sekarang bukan lagi semata-mata tilang atau penegakan hukum, tetapi pendekatan hati. Polantas harus dekat dengan masyarakat, hadir untuk merangkul dan membangun kedekatan agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari diri masyarakat sendiri,” kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Menurutnya, ketika masyarakat merasa dihargai dan dirangkul, kesadaran untuk tertib berlalu lintas akan tumbuh dengan sendirinya.

“Ketika masyarakat dirangkul dan diajak membangun kedekatan melalui silaturahmi, mereka merasa bangga dan senang. Dari situ muncul kesadaran sendiri sehingga mereka malu untuk melakukan pelanggaran lalu lintas,” ucap Kakorlantas.

Program humanis tersebut juga menjadi bagian dari penguatan program “Polantas Menyapa dan Melayani” yang saat ini terus didorong Korlantas Polri di seluruh wilayah Indonesia.[*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI