Minggu, 06 April 2025
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Sinergi Kampus dan TNI: UTU Dorong Inovasi Teknologi Strategis untuk Sektor Sipil - Militer

Sinergi Kampus dan TNI: UTU Dorong Inovasi Teknologi Strategis untuk Sektor Sipil - Militer

Jum`at, 04 April 2025 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si bersama mantan Kasrem 012-TU Letkol Inf. Wijayanto Kusumo Harjono. Foto: Kolase Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., menegaskan komitmen kampusnya dalam menjawab seruan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam riset dan pengembangan teknologi strategis. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap potensi besar yang diidentifikasi pemerintah, di mana kemitraan kampus - TNI dinilai mampu mendorong kemandirian teknologi nasional sekaligus menciptakan dampak inovatif di sektor sipil, seperti otomotif, elektronika, manufaktur, dan material.

“Kolaborasi antara akademisi dan TNI bukan sekadar proyek militer, melainkan jalan menuju kemandirian teknologi yang berkelanjutan. Inovasi di bidang pertahanan akan menjadi katalisator bagi industri sipil, memperkuat daya saing bangsa,” ujar Ishak Hasan kepada Dialeksis.com (04/04/2025).

Menurutnya, UTU sebagai kampus siap berkolaborasi dan membantu mensukseskan langkah Kemendikbudristek bersama TNI membangun pengembangan industri teknologi pertahanan yang sejalan dengan prioritas nasional.

Ishak menekankan, kolaborasi dengan TNI akan melibatkan lintas disiplin ilmu, mulai dari teknik, kimia, hingga komputasi. “Kami juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset aplikatif,” imbuhnya.

Dukungan Kemendikbudristek terhadap sinergi ini, menurut Ishak, sejalan dengan visi UTU sebagai kampus berbasis maritim dan teknologi yang berkomitmen pada penelitian berdampak nasional. “Ini momentum untuk membuktikan bahwa kampus tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga motor penggerak inovasi nyata,” tegasnya.

"Kolaborasi UTU-TNI merupakan langkah progresif yang menjawab kebutuhan strategis Indonesia. Penguasaan teknologi pertahanan dalam negeri tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat postur keamanan nasional. Pengalaman negara seperti Korea Selatan menunjukkan bahwa sinergi kampus-militer mampu melahirkan inovasi dual-use (sipil-militer) yang mendongkrak ekonomi sekaligus pertahanan,” rincinya lagi.

Sebagai langkah awal, UTU telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pabrikan lokal dan lembaga riset TNI untuk uji coba keempat produk teknologi tersebut. “Target kami, dalam dua tahun, produk ini tidak hanya matang secara konsep, tetapi siap diproduksi massal,” tutup Ishak.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI