Senin, 01 Juni 2026
Beranda / Liputan Khusus / Indepth / Cara Bupati Menghargai Ulama

Cara Bupati Menghargai Ulama

Minggu, 31 Mei 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo

DIALEKSIS.COM| Indept- Ulama adalah pewaris Nabi. Hormati dan muliakanlah. Memuliakan para ulama berarti kita menegakan dan memuliakan Islam. Hargailah ilmu dan ajaran yang disampaikan ulama. Tugas mereka berat.

“Kalau bukan kita yang menghargai, menghormati ulama, siapa lagi yang kita harapkan. Mereka adalah lentera ummat, ilmunya harus dihargai. Tidak mudah menjadi ulama,” sebut Haili Yoga, sorot matanya menatap lurus kepada Dialeksis.com.

Di sela-sela penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Ruhama Takengon, Kamis (28/06/2026) Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengajak Dialeksis.com untuk menulis tentang peranan ulama, para tengku di negeri penghasil kopi ini.

“Selama ini bukan kita tidak menghargai ulama, namun kurang rasa nurani kita dalam memikirkan mereka. Ilmu ulama itu mahal, Misalnya ulama naik mimbar menyampaikan khutbah, itu bukan mudah,” jelas Haili, sambil memperhatikan raut wajah para pengurus Masjid Agung Ruhama yang hadir.

Namun jerih payah ulama yang mencerdaskan ummat, memberikan pencerahan, masih kurang dihargai. Ada kalanya kita menghargai ilmu, jerih payah para ulama ala kadarnya.

“Mari kita hargai ulama, para imam, para muazin yang mengajak kita kepada kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah. Imu itu mahal, sudah saatnya mereka pada ulama kita tempatkan ditempat yang layak,” sebut Haili.

Ketika ulama ini pulang kerumahnya, usai menyelesaikan tugasnya, berceramah atau menyampaikan khutbah, pantia menitipkan amplop. Para ulama ini menyerahkan amplop kepada istrinya, buatlah istri para ulama ini tersenyum ketika membuka amplop, karena ilmu mereka dihargai, pinta Haili.

“Kami mengajak para pengurus masjid, terutama di masjid kecamatan dan kabupaten untuk memberikan jerih payah yang layak kepada ulama, jerih payah dan ilmu mereka dihargai,” pinta Haili.

Untuk tahun depan, sebut Haili, dia dan wakil Bupati Aceh Tengah, serta Sekda bertanggungjawab dalam pelaksanaan shalat id. Menyiapkan khatib dan imam, serta biaya mendatangkan khatib, imam, menjadi tanggung jawab bupati, wakil bupati dan Sekda.

“Bupati, Wakil Bupati dan Sekda harus menyiapkan khatib dan imam pada shalat Id. Untuk khatib nilainya Rp 10 juta, sementara untuk imam Rp 5 juta. Itu kewajiban bupati, wakil dan Sekda menyiapkanya,” kata Haili.

Artinya dimana nanti bupati, wakil bupati, Sekda shalat id, dia yang berkewajiban mendatangkan imam dan khatib. Dia yang harus menyiapkan biaya untuk itu.

Demikian dengan imam dan khatib shalat Jumat di Masjid Agung Ruhama, pengurus masjid harus menghargai para ulama. Ilmu itu mahal, tidak sembarangan orang menjadi imam dan khatib di masjid kebanggaan rakyat Gayo ini.

Menanggapi permintaan Bupati Aceh Tengah, pengurus Masjid Agung Ruhama Takengon, secara terpisah ketika Dialeksis.com meminta tanggapanya, menyatakan pihaknya menyambut baik upaya menghargai ulama ini.

“Kita rencanakan pada mulai Oktober 2026 nanti, khatib Jumat akan diberikan atas jerih payahnya Rp 1 juta, sementara imam Rp 600 ribu, serta muazin Rp 400 ribu,” sebut Tgk. Hamdan pengurus Masjid Agung Ruhama Takengon.

Selain itu, menurut Hamdan, selama ini pengurus masjid juga senantiasa berbagi dengan masyarakat, khususnya yang sakit dan kurang mampu. Para jamaah dan pengurus masjid menyambangi kediaman masyarakat untuk berbagi dalam Rabu berkah.

Syiar Islam

Haili Yoga menaruh perhatian besar dalam pengembangan syiar Islam. Berbagai upaya dia lakukan untuk menyemarakan syiar Islam. Misalnya dalam Ramadhan lalu dia mewajibkan para ASN (khusus Muslim) untuk menyampaikan laporan tentang bacaan Al-Qur’an. Bupati menggalakan ASN untuk mencintai Al-Qur,an. Bagi ASN yang khatam Qur,an diberikan penghargaan.

Tidak hanya sampai di sana, Bupati Aceh Tengah juga sudah memprogramkan akan memberangkatkan masyarakat yang terbanyak membaca Alqur,an. Program itu sudah berjalan tahun 2026 dan akan diberangkatkan umrah pada tahun 2027.

Menurut Muslim, Kadis Syariat Islam menjawab Dialeksis.com, program untuk masyarakat gemar membaca Alqur,an, walau belum dipastikan berapa jumlah yang akan berangkat umrah, namun berkemungkinan mencapai 30 orang.

“Tahun 2026 ini sudah berjalan dan Insya Allah para pembaca Alqur,an terbanyak ini akan diberangkat umrah pada tahun 2027,” sebut Muslim.

Bukan hanya soal baca Qur,an, Haili juga mengajak para kepala dinas dan camat untuk shalat berjamaah, khususnya pada Rabu berkah, bersama para jamaah pemburu subuh.

Bupati berkeliling ke masjid masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah dan memberikan santunan kepada warga yang kurang mampu, hasil dari jamaah masjid Agung Ruhama.

Bupati yang sering jadi muazin ini, bukan hanya sampai disitu dalam menggaungkan syiar Islam. Pada tahun 2026 ini dia sudah menaikan honor para imam kampung. Semula honor imam kampung Rp 1 juta perbulan, kini naik Rp 1,5 juta.

Artinya untuk setahun nilai tambahan untuk honor para imam di kampung mencapai Rp 1,7 miliar. Di Aceh Tengah ada 295 desa defenitif.

“Benar, honor imam kampung sudah dinaikan resmi berlaku ditahun anggaran 2026 ini,” sebut Ade Kurniawan Camat Lut Tawar, ketika Dialeksis.com bertemu denganya menanyakan soal honor imem kampung.

“Tugas imam dikampung itu berat, sinte mate dan sinte morep (ada yang meninggal, serta kegiatan pesta), beban itu diletakan di Pundak imam. Untuk musibah, sampai nujuh imam hadir dan membawakan doa,” jelas Haili, dalam penjelasanya kepada Dialeksis.com

Imam di kampung itu harus meninggalkan pekerjaan sebagai sumber penghidupan, ketika ada acara. Tugas itu berat, ilmunya mahal, untuk itulah keberadaan mereka dihargai, pemerintah menaikan honor mereka.

Soal kurban, Haili Yoga menggunakan powernya. Tahun ini semarak berkurban di Aceh Tengah nuansanya berbeda dengan tahun sebelumnya. Walau negeri ini dilanda bencana, semangat masyarakat berkurban cukup tinggi.

Haili mengajak para ASN, kepala Dinas, Camat, Kabag, para kepala sekolah untuk berkurban. Bupati meminta daftar para ASN yang berkurban. Dampaknya angka berkurban itu naik.

Di masjid Agung Ruhama misalnya, yang dipusatkan para kepala Dinas dan Camat untuk berkurban, jumlah hewan kurban meningkat. Ada 52 hewan kurban yang disembelih di masjid kebanggaan rakyat Gayo ini. 38 sapi, 10 kerbau, dan 4 ekor kambing.

Untuk Aceh Tengah dari catatan data Kominfo Aceh Tengah, untuk tahun 2026 (1447 H) ada 1.750 hewan kurban yang disembelih.

Menurut Mustafa Kamal, kepala Kominfo Aceh Tengah, Kecamatan Silih Nara berada di urutan pertama dengan menyembelih 204 ekor hewan kurban disusul Kecamatan Bebesen sebanyak 187 ekor dan Jagong Jeget 148 ekor. Sementara lembaga menyembelih 382 ekor hewan qurban.

Turut juga disembelih hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo, jenis sapi lemusin seberat 824 kilogram. Daging daging kurban ini selain dibagikan langsung oleh pantia dan para pengurban, daging kurban ini diserahkan kepada kampung-kampung terparah terkena bencana.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga sudah menggunakan powernya untuk mengaungkan syiar Islam. Dia mengajak masyarakat untuk membiasakan mengamalkan ajaran Islam agar mandarah daging.

“Mari kita dukung program yang bagus untuk syiar Islam. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Kita semuanya berkewajiban untuk menegakan dan mengembangkan syiar Islam,” sebut Tgk. Amri Jalaluddin, ketua MPU Aceh Tengah.

HailimYoga sudah menaruh perhatian dan menggunakan kekuatanya untuk Syiar Islam. Gaungnya mulai menggema diantara aroma bunga putih mengandung kapein. Diantara aliran sungai Pesangan yang mencari muara. **BG


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI