Senin, 14 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / 592 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Kalteng dan Kalbar Turun Drastis, Riau Masih Nihil

592 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Kalteng dan Kalbar Turun Drastis, Riau Masih Nihil

Senin, 14 September 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

592 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Kalteng dan Kalbar Turun Drastis, Riau Masih Nihil. [Foto: dok. Kemenhut]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat, water bombing, patroli udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu (13/9/2026) pukul 21.20 WIB tercatat 592 hotspot high confidence secara nasional. Jumlah itu naik dari 567 titik sehari sebelumnya.

Namun, sejumlah wilayah prioritas menunjukkan penurunan signifikan. Hotspot di Kalimantan Tengah turun dari 197 menjadi 89 titik, sedangkan Kalimantan Barat anjlok dari 91 menjadi 14 titik. Sumatera Selatan juga turun dari 62 menjadi 49 titik.

Sementara itu, Kalimantan Selatan mengalami kenaikan dari 7 menjadi 28 titik dan Jambi yang sebelumnya nihil kini mencatat 17 titik. Riau masih nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menegaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis menunjukkan kejadian kebakaran. Setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck.

Sebanyak 53 armada udara disiagakan di enam provinsi prioritas. Rinciannya, 34 armada untuk water bombing dan 19 armada untuk patroli udara serta mendukung OMC. Jepang juga memberikan dukungan tiga helikopter CH-47 Chinook yang telah tiba di Kalimantan Barat.

OMC terus dilakukan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pemerintah mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI