DIALEKSIS.COM | Jakarta - Anggota Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Arman Fauzi, mengapresiasi keberhasilan Aryos Nivada meraih predikat Wartawan Utama melalui jalur akselerasi. Ia menilai pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi Aryos dalam meningkatkan kapasitas diri dan menekuni profesi jurnalistik.
Apresiasi itu disampaikan Arman sebagai sahabat sekaligus mitra strategis Aryos dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Kedekatan mereka terjalin sejak sama-sama berkecimpung dalam dunia aktivisme dan jurnalistik.
Arman mengenang, perjumpaan dalam dua bidang tersebut membuatnya mengenal Aryos dari dekat. Ia menyaksikan bagaimana sahabatnya itu terus mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta berupaya mewujudkan cita-cita yang diyakininya.
Dalam perjalanan tersebut, menurut Arman, Aryos turut membantu kerja-kerja Komisi Informasi Aceh dalam memaksimalkan peran dan fungsinya. Kontribusi itu menjadi bagian penting dari hubungan kemitraan mereka dalam urusan informasi dan keterbukaan informasi publik.
Arman menilai salah satu kekuatan Aryos terletak pada kemampuannya melawan rasa malas dan menjaga kemauan untuk belajar. Konsistensi tersebut, menurutnya, patut menjadi contoh bagi generasi muda yang ingin meningkatkan kapasitas dan meraih impian.
Ia mengaku turut mendapat dorongan positif dari sikap Aryos. Semangat sahabatnya dalam mengembangkan diri ikut memotivasinya untuk terus belajar dan mengejar tujuan yang ingin dicapai.
Hal lain yang berkesan bagi Arman adalah kemampuan Aryos menghadirkan kejutan melalui karya dan tindakan positif. Mulai dari karya buku hingga pencapaian pribadi, Aryos dinilainya memiliki kesungguhan untuk menuntaskan sesuatu yang telah menjadi fokusnya.
“Dirinya selalu memberikan kejutan,” ujar Arman.
Bagi Arman, keberhasilan meraih jenjang Wartawan Utama merupakan bagian dari konsistensi tersebut. Pengalaman lapangan, wawasan, kemampuan analisis, dan kemauan meningkatkan kompetensi menjadi modal penting dalam perjalanan profesional Aryos.
Ia menilai kualitas seorang jurnalis perlu tercermin dalam kemampuan memahami persoalan secara mendalam, menguji informasi, serta menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peningkatan jenjang kompetensi harus diikuti penguatan tanggung jawab kepada publik.
“Menjadi Wartawan Utama bukan sekadar memperoleh predikat, tetapi merupakan tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas jurnalistik, menjunjung tinggi kebenaran, dan menghadirkan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Arman.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat membutuhkan jurnalis yang mampu membedakan fakta dari opini, melakukan verifikasi, memahami konteks, dan tetap berpegang pada etika jurnalistik.
Arman berharap pencapaian Aryos menjadi penyemangat bagi insan pers lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan memperkuat profesionalisme. Semangat belajar yang terjaga akan membantu wartawan menghadapi tantangan profesi sekaligus meningkatkan mutu informasi yang diterima masyarakat.
Sebagai sahabat dan mitra, ia juga berharap Aryos terus melahirkan karya yang bermanfaat serta berkontribusi bagi keterbukaan informasi publik. Predikat Wartawan Utama diharapkan memperkuat pengabdian tersebut melalui jurnalisme yang kritis, edukatif, berimbang, dan mencerdaskan.