Minggu, 13 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / BGN Ungkap 15.000 Sekolah Belum Terlayani MBG, Fokus Wilayah 3T dan Stunting

BGN Ungkap 15.000 Sekolah Belum Terlayani MBG, Fokus Wilayah 3T dan Stunting

Minggu, 13 September 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, prioritas utama program MBG mencakup daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta wilayah dengan angka stunting tinggi. [Foto: Humas BGN]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan bagi satuan pendidikan di wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, prioritas utama mencakup daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta wilayah dengan angka stunting tinggi. Perluasan dilakukan secara bertahap berdasarkan pemetaan satuan pendidikan yang belum memperoleh layanan MBG.

“Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujar Sudaryono yang dilansir pada Minggu (13/9/2026).

Ia mencontohkan Maluku dan Papua. Berdasarkan pendataan BGN, sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut belum mendapatkan layanan MBG.

Untuk memperluas cakupan, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah prioritas secara bertahap dan terukur.

Sudaryono menegaskan, perluasan program harus tetap memperhatikan keamanan, efisiensi, dan ketepatan sasaran. Karena itu, pembukaan dapur SPPG akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing daerah. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI