Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Cegah Kematian Ibu, Kemenkes Perluas Skrining Preeklamsia Berbasis Teknologi

Cegah Kematian Ibu, Kemenkes Perluas Skrining Preeklamsia Berbasis Teknologi

Jum`at, 24 April 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Kementerian Kesehatan RI memperkuat langkah pencegahan preeklamsia melalui deteksi dini berbasis teknologi sebagai strategi utama menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. [Foto: net]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan RI memperkuat langkah pencegahan preeklamsia melalui deteksi dini berbasis teknologi sebagai strategi utama menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan deteksi dini menjadi kunci pencegahan komplikasi kehamilan yang berisiko fatal tersebut. Pemerintah, kata dia, menargetkan penurunan AKI secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

“Kita tidak hanya ingin menurunkan, tetapi menurunkan secara agresif. Dari 140 menjadi 40 per 100 ribu kelahiran hidup. Ini hanya bisa dicapai jika deteksi risiko seperti preeklamsia dilakukan lebih awal,” ujar Budi.

Saat ini, angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 140 per 100.000 kelahiran hidup. Preeklamsia dan eklamsia menyumbang sekitar seperempat dari total kasus kematian ibu, menjadikannya salah satu penyebab utama yang harus ditangani secara sistematis.

Untuk memperkuat pencegahan, Kemenkes mengintegrasikan teknologi Internet of Medical Things (IoMT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses skrining. Inovasi ini juga dilengkapi pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada pembuluh darah tertentu guna meningkatkan akurasi deteksi risiko sejak dini.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi mengatakan pendekatan ini terbukti meningkatkan kemampuan identifikasi kasus berisiko.

“Dengan tambahan pemeriksaan USG pada arteri, kemampuan deteksi meningkat signifikan. Ini penting agar intervensi bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi berat,” ujarnya.

Kemenkes juga terus memperluas akses layanan deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan ke fasilitas tingkat pertama. Sejak 2022, ribuan perangkat USG telah disalurkan ke puskesmas di berbagai daerah guna memastikan pemeriksaan kehamilan berkualitas dapat dijangkau lebih merata.

Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko komplikasi kehamilan sejak awal, sekaligus mempercepat penurunan angka kematian ibu yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI