Sabtu, 15 Agustus 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenkes Perluas Skrining TB Pakai Rontgen AI ke Pesantren dan Permukiman Padat

Kemenkes Perluas Skrining TB Pakai Rontgen AI ke Pesantren dan Permukiman Padat

Jum`at, 14 Agustus 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, skrining menjadi kunci untuk menemukan penderita TB lebih dini. [Foto: Instagram @budigsadikin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperluas penemuan kasus tuberkulosis (TB) secara aktif dengan skrining menggunakan rontgen dada berbasis Artificial Intelligence (AI). Sasaran utama program ini adalah pondok pesantren dan permukiman padat penduduk yang dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, skrining menjadi kunci untuk menemukan penderita TB lebih dini. Sebab, meski obat TB tersedia dan efektif, banyak kasus belum terdeteksi karena pemeriksaan terlambat atau tidak dilakukan.

Teknologi rontgen portabel kini memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di tengah masyarakat tanpa harus menunggu pasien datang ke rumah sakit. Hasil rontgen kemudian dapat dibantu AI untuk mendeteksi indikasi TB secara lebih cepat dan efisien.

Kemenkes menyiapkan sekitar 10.000 unit rontgen yang akan didistribusikan secara bertahap ke Puskesmas. Pemeriksaan juga akan diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pesantren menjadi salah satu prioritas. Dari skrining umum, rata-rata ditemukan sekitar 0,3% kasus TB. Sementara di Lapas Nusakambangan, angkanya mencapai sekitar 3%. Kondisi hunian yang padat dinilai meningkatkan risiko penularan.

Kemenkes bersama Kementerian Agama akan memperluas skrining ke pesantren di seluruh Indonesia. Untuk permukiman padat, program menyasar 3.373 desa dan kelurahan di 38 kabupaten/kota dengan target selesai akhir 2026.

Menkes mengingatkan masyarakat tidak memberi stigma kepada penderita TB. Penyakit ini dapat disembuhkan jika ditemukan cepat dan diobati hingga tuntas. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI