Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Ketapang Padat 7 Km, ASDP Pisahkan Dermaga Penumpang dan Logistik

Ketapang Padat 7 Km, ASDP Pisahkan Dermaga Penumpang dan Logistik

Minggu, 05 April 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat penanganan lonjakan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pasca berakhirnya pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. [Foto: dok. ASDP]


DIALEKSIS.COM | Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat penanganan lonjakan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pasca berakhirnya pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Kepadatan didominasi kendaraan logistik yang memicu antrean hingga sekitar 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan perusahaan menerapkan penanganan terintegrasi bersama para pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran penyeberangan Ketapang“Gilimanuk. 

“Kami memahami ketidaknyamanan pengguna jasa. Saat ini, kami terus memperkuat penanganan agar antrean segera terurai dan layanan kembali normal,” ujar Windy dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (5/4/2026).

Dari sisi operasional, ASDP menerapkan skema pemisahan dermaga untuk mengurangi konflik muatan. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan bagi kendaraan penumpang, sementara Dermaga 4 dan LCM digunakan khusus kendaraan logistik. Skema ini dinilai mampu mempercepat proses bongkar muat karena arus kendaraan menjadi lebih terstruktur.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyebut optimalisasi juga dilakukan dengan meningkatkan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung. 

“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal. Fokus kami mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan berkurang,” kata Arief.

Di luar pelabuhan, pengaturan lalu lintas diperkuat melalui koordinasi dengan aparat, termasuk dukungan ratusan personel TNI. Selain itu, ASDP mengoptimalkan buffer zone seperti area Pusri dan Bulusan untuk menampung ratusan truk agar kepadatan tidak menumpuk di dalam pelabuhan.

Berdasarkan data Posko Ketapang, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+10 mencapai 47.961 orang, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

ASDP mengimbau pengguna jasa, terutama pengemudi dari arah utara, untuk tidak melawan arus demi mempercepat penguraian antrean dan menjaga kelancaran layanan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI