DIALEKSIS.COM | Aceh - Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dijadwalkan berkunjung ke Aceh pada Rabu, 3 Desember 2025, untuk melihat langsung situasi terkini pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di provinsi itu. Kunjungan ini menjadi bentuk keprihatinan sekaligus respon cepat dunia usaha terhadap kondisi darurat yang sedang terjadi.
Informasi tersebut disampaikan langsung Ketua Kadin Aceh, Ir. H. Muhammad Iqbal, yang akrab disapa M. Iqbal Piyeung kepada Dialeksis, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut kunjungan Anindya Bakrie merupakan sinyal kuat bahwa Kadin Indonesia memberi perhatian penuh terhadap Aceh yang saat ini berada dalam masa krisis akibat bencana alam.
“Pak Ketum akan turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak paling parah. Beliau ingin memastikan bahwa Kadin ada bersama masyarakat Aceh dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Iqbal kepada Dialeksis, Minggu (30/11/2025).
Menurut Iqbal, Anindya Bakrie akan didampingi oleh sejumlah pengurus Kadin Indonesia serta beberapa ketua Kadin provinsi lainnya. Rombongan akan meninjau beberapa titik yang belum sepenuhnya pulih dan masih menghadapi keterbatasan logistik, akses transportasi, serta ketersediaan kebutuhan pokok.
Dalam kesempatan itu, Anindya juga akan mengecek langsung keberjalanan Posko Kadin Aceh yang telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota. Iqbal menyebut setiap posko telah diperintahkan untuk menyiapkan laporan lengkap mengenai kondisi lapangan, jumlah pengungsi, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami sudah mengaktifkan posko di hampir seluruh wilayah terdampak. Ketum ingin memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan sesuai prioritas. Koordinasi antara Kadin pusat, Kadin Aceh, dan posko kabupaten/kota terus kita perkuat,” kata Iqbal.
Selain meninjau lokasi bencana, Anindya direncanakan melakukan pertemuan terbatas dengan pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan relawan Kadin. Pertemuan ini akan membahas langkah pemulihan ekonomi pascabencana, termasuk penyelamatan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan turut terdampak cukup berat.
Iqbal menuturkan bahwa Kadin Aceh telah menyalurkan bantuan awal berupa logistik, perlengkapan darurat, dan kebutuhan harian pengungsi. Pihaknya juga terus melakukan asesmen berkala untuk memastikan bantuan lanjutan tepat sasaran.
“Bencana ini bukan hanya merendam rumah dan memutus jalan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kehadiran Ketum Kadin Indonesia sangat penting untuk mempercepat langkah pemulihan ke depan,” pungkasnya.
Rombongan Kadin Indonesia dijadwalkan berada di Aceh selama satu hari penuh. Usai kunjungan tersebut, Kadin pusat akan menyusun skema bantuan lanjutan berdasarkan temuan lapangan dan laporan posko kabupaten/kota. [arn]