Minggu, 25 Oktober 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kinerja Sektor Kelautan dan Perikanan Tumbuh, PNBP Capai Rp2,4 Triliun

Kinerja Sektor Kelautan dan Perikanan Tumbuh, PNBP Capai Rp2,4 Triliun

Sabtu, 24 Oktober 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. [Foto: dok. KKP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan pada sejumlah indikator, mulai dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), produksi perikanan, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hingga nilai ekspor.

PNBP sektor kelautan dan perikanan meningkat dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025. Hingga September 2026, realisasinya tercatat Rp1,645 triliun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami berupaya mengelola sektor ini seproduktif mungkin, tentunya tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan yang ada,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (24/10/2026).

Dari sisi produksi, volume perikanan nasional naik dari 23,56 juta ton pada 2024 menjadi 26,25 juta ton pada 2025. Sementara hingga triwulan III 2026, produksinya mencapai 19,89 juta ton.

Pertumbuhan juga terlihat pada kontribusi sektor perikanan terhadap PDB. Pertumbuhan PDB perikanan naik dari 0,68 persen pada 2024 menjadi 4,95 persen pada 2025 dan mencapai 6,86 persen pada triwulan II 2026.

Adapun nilai ekspor perikanan meningkat dari 5,95 miliar dollar AS pada 2024 menjadi 6,27 miliar dollar AS pada 2025. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor telah mencapai 4,23 miliar dollar AS.

Trenggono mengatakan KKP masih berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menjalankan enam program prioritas, yakni Kampung Nelayan Merah Putih, budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan.

Program tersebut ditujukan untuk membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia di pasar domestik maupun global. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3