Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Menag Dorong ASN Kemenag Kuasai AI Berbasis Nilai Keagamaan

Menag Dorong ASN Kemenag Kuasai AI Berbasis Nilai Keagamaan

Sabtu, 03 Januari 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Menag Nasaruddin Umar mendorong seluruh ASN Kementerian Agama untuk beradaptasi dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Foto: Kemenag 


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dengan tetap berlandaskan nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Menag dalam sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

“Kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence. Kita hidup di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) perubahan yang cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI,” ujar Menag.

Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan teknologi berkembang sejalan dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai ketuhanan,” tegasnya.

Menag juga mengaitkan tantangan era digital dengan sejarah peradaban Islam, seperti Baitul Hikmah yang pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.

“Dulu agama menjadi sumber pencerahan dunia melalui literasi dan keilmuan. Semangat itu harus kita hidupkan kembali hari ini,” katanya.

Dalam konteks internal, Menag mengingatkan pentingnya transformasi ASN Kemenag menjadi pribadi yang adaptif dan responsif.

“Setiap ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang agile, adaptif terhadap teknologi, terbuka pada inovasi, dan cepat melayani umat dengan empati serta integritas,” ujarnya.

Menag menutup sambutan dengan ajakan memperkuat sinergi demi masa depan Indonesia.

“Dengan pondasi kerukunan, pengabdian yang berdampak, dan penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI