Kamis, 04 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Menkes: Hilirisasi Plasma dan Bahan Baku Obat Jadi Prioritas Ketahanan Kesehatan

Menkes: Hilirisasi Plasma dan Bahan Baku Obat Jadi Prioritas Ketahanan Kesehatan

Rabu, 03 Juni 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau fasilitas fraksionasi plasma milik SK Plasma Core Indonesia, Rabu (3/6/2026), yang tengah bersiap memasuki tahap komersialisasi. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan komitmen pemerintah memperkuat industri kesehatan nasional melalui dukungan terhadap hilirisasi plasma darah. Hal itu disampaikan saat meninjau fasilitas fraksionasi plasma milik SK Plasma Core Indonesia, Rabu (3/6/2026), yang tengah bersiap memasuki tahap komersialisasi.

Dalam kunjungan tersebut, Budi mengatakan pemerintah akan mengintegrasikan berbagai lembaga dan instrumen pendukung agar pengembangan industri plasma dalam negeri berjalan optimal. Menurut dia, sinergi dapat dilakukan melalui berbagai institusi, termasuk Danantara dan holding BUMN farmasi.

"Kami pasti akan mendukung penuh dan mencari cara terbaik untuk menstrukturkan kerja sama ini dengan baik. Pemerintah dapat bergerak melalui integrasi dengan institusi seperti Danantara maupun sinergi dengan holding BUMN farmasi seperti Bio Farma," kata Budi.

Ia menilai keberadaan pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, terutama dalam penyediaan bahan baku obat, vaksin, dan produk farmasi strategis lainnya. 

Pemerintah juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan industri kesehatan untuk jangka panjang, mencakup sektor farmasi, rumah sakit, dan alat kesehatan.

Menurut Budi, percepatan pembangunan fasilitas tersebut menunjukkan efektivitas kebijakan yang ditempuh pemerintah setelah perubahan regulasi pada 2023. Pabrik yang kini telah selesai dibangun itu ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2027 setelah seluruh proses komersialisasi rampung.

Presiden Direktur SK Plasma Core Indonesia, Hyunho Roh, menyatakan pihaknya siap melanjutkan pengembangan ekosistem plasma nasional, termasuk pembentukan bank plasma dan pengembangan industri farmasi berbasis bahan baku lokal. 

"Saat pertama kali kami datang ke Kemenkes untuk meminta izin usaha, kami berjanji akan membangun pabrik fraksionasi plasma ini dalam waktu dua tahun, dan hari ini pabrik tersebut telah selesai dibangun. Saat ini kami sedang menunggu proses komersialisasi," ujar Hyunho. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI