Rabu, 17 Juni 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Kutaraja Aceh FC Jadikan AMLA CUP 2026 Ajang Pengembangan Pemain Muda

Kutaraja Aceh FC Jadikan AMLA CUP 2026 Ajang Pengembangan Pemain Muda

Selasa, 16 Juni 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Manajer Kutaraja Aceh FC, Darmansyah Putra, ST. [Foto: dokumen untuk dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Turnamen AMLA CUP 2026 dipastikan menjadi salah satu ajang yang dinantikan para pecinta sepak bola di Aceh. Salah satu peserta yang menyatakan kesiapan untuk ambil bagian adalah Kutaraja Aceh FC di bawah manajer Darmansyah Putra, ST.

Berbeda dengan sejumlah tim yang mengandalkan pemain berpengalaman, Kutaraja Aceh FC memilih menjadikan turnamen tersebut sebagai panggung bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen klub dalam mendukung pembinaan sepak bola usia muda di Aceh.

Dalam menghadapi AMLA CUP 2026, Kutaraja Aceh FC didukung jajaran pelatih dan manajemen yang berpengalaman dalam pengembangan talenta muda. Struktur kepelatihan tim diisi oleh Ridwan Salam sebagai Direktur Teknik, Kurniawan sebagai Pelatih Kepala, Joni Asrama sebagai Asisten Pelatih, serta Dr Yopi sebagai Analis Tim.

Kehadiran mereka diharapkan mampu membangun fondasi permainan yang kuat sekaligus membentuk karakter pemain muda agar siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Darmansyah mengatakan, sepak bola Aceh membutuhkan lebih banyak ruang kompetisi yang dapat melahirkan pemain-pemain potensial. Menurut dia, tanpa pembinaan yang berkelanjutan, akan sulit bagi Aceh untuk kembali menghasilkan talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya. Mereka adalah masa depan sepak bola Aceh. Jika tidak diberikan ruang sejak sekarang, maka akan sulit bagi mereka berkembang,” kata Darmansyah.

Ia menilai banyak pemain muda Aceh memiliki kemampuan yang baik, namun masih minim kesempatan untuk tampil dan berkembang secara berjenjang. Karena itu, AMLA CUP 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pencarian bakat.

Darmansyah juga mengajak seluruh pihak, mulai dari klub, akademi sepak bola, pemerintah hingga sponsor, untuk bersama-sama membangun ekosistem sepak bola Aceh yang sehat dan berkelanjutan.

“Sepak bola Aceh tidak boleh hanya hidup saat ada turnamen. Kita harus memikirkan bagaimana anak-anak muda memiliki wadah latihan, kompetisi, dan pembinaan yang berkesinambungan. Dari lapangan-lapangan kampung inilah nantinya lahir pemain-pemain yang membanggakan Aceh dan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Darmansyah, keberhasilan sebuah daerah dalam sepak bola tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang diraih, tetapi juga dari seberapa banyak pemain muda yang berhasil dibina dan diberikan kesempatan untuk berkembang.

Karena itu, Kutaraja Aceh FC ingin menjadi bagian dari gerakan pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda Aceh.

Keikutsertaan Kutaraja Aceh FC dengan komposisi pemain muda dinilai menjadi bukti bahwa proses regenerasi tetap berjalan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sepak bola daerah, semangat untuk membina dan memberi kesempatan kepada generasi muda terus dijaga.

AMLA CUP 2026 pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar turnamen. Ajang tersebut menjadi simbol harapan bagi kebangkitan sepak bola Aceh sekaligus tempat lahirnya mimpi-mimpi baru dari anak-anak muda yang ingin mengukir prestasi di lapangan hijau.

“Sepak bola bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi tentang siapa yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kebanggaan Aceh di masa depan,” kata Darmansyah. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI