Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / PBMI Bekukan Kepengurusan Muaythai Aceh, HT Rayuan Sukma Ditunjuk sebagai Plt Ketua

PBMI Bekukan Kepengurusan Muaythai Aceh, HT Rayuan Sukma Ditunjuk sebagai Plt Ketua

Selasa, 07 April 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

PBMI sekaligus menunjuk HT Rayuan Sukma ditunjuk PBMI Pusat sebagai Plt Ketua Pengprov Muaythai Aceh. [Foto: dokumen untuk dialeksis]


DIALEKSIS.OM | Banda Aceh - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) mengambil keputusan membekukan kepengurusan Muaythai Aceh sebagai respons atas perkembangan dinamika organisasi di tingkat pusat.

Melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum La Nyalla Mahmud Mattalitti, PBMI sekaligus menunjuk HT Rayuan Sukma sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengprov Muaythai Aceh.

Langkah ini berkaitan dengan munculnya mosi tidak percaya dari 30 pengurus provinsi Muaythai di seluruh Indonesia, termasuk Aceh, terhadap kepemimpinan PBMI saat ini.

Selain penunjukan Plt Ketua, PBMI juga membentuk struktur kepengurusan sementara. Tarmizi dipercaya sebagai wakil ketua, Dr Mansur sebagai sekretaris, dan Maisarah sebagai bendahara. Nama-nama tersebut diketahui berasal dari jajaran KONI Aceh.

HT Rayuan Sukma mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima mandat tersebut pada Minggu (5/4/2026). Ia menilai penunjukan ini sejalan dengan perannya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KONI Aceh.

Ia menjelaskan, pola penunjukan ini serupa dengan mekanisme di KONI, di mana pejabat bidang organisasi dapat ditugaskan sebagai pelaksana tugas hingga terbentuk kepengurusan definitif.

Sebagai Plt Ketua, Rayuan berencana segera melakukan konsolidasi internal, memperbaiki tata kelola organisasi, serta menjaga kekompakan seluruh insan Muaythai di Aceh.

Ia juga mengingatkan pentingnya soliditas mengingat Aceh akan berpartisipasi dalam ajang PON Beladiri dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Muaythai Aceh mencatatkan prestasi pada PON Aceh-Sumut 2024 dengan perolehan tiga medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Di sisi lain, dinamika di tingkat nasional masih berkembang. Sejumlah pihak yang mengusung mosi tidak percaya disebut mulai membicarakan kemungkinan pergantian kepemimpinan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI