Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Subhan/Rina Pertahankan Emas Asian Para Games, Balas Kekalahan dari China

Subhan/Rina Pertahankan Emas Asian Para Games, Balas Kekalahan dari China

Sabtu, 24 Oktober 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 Asian Para Games 2026. [Foto: Raiky/kemenpora.go.id]


DIALEKSIS.COM | Nagoya - Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 Asian Para Games 2026.

Subhan/Rina menaklukkan pasangan China, Lin Shuangbao/Zeng Qingtao, pada final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat (23/10/2026). Mereka menang dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, 21-15.

Kemenangan tersebut diraih dalam kondisi tidak ideal. Rina masih mengalami cedera paha belakang yang dideritanya sekitar sebulan sebelum berangkat ke Nagoya.

“Sebelum saya berangkat ke sini, sebulan sebelum berangkat, saya mengalami sakit di bagian paha belakang, dan itu nggak bisa nekuk. Tapi saya terus mencoba untuk terapi,” kata Rina.

Cedera tersebut belum sepenuhnya pulih saat pertandingan. Kondisi Rina semakin berat karena ia juga tampil di tiga nomor. “Sempat ragu sih, karena dengan keadaan yang seperti ini campur aduk. Harus fokus di permainan, dan harus fokus dulu gimana kakinya,” ujarnya.

Subhan/Rina sempat kehilangan gim kedua dengan skor 11-21. Namun, mereka bangkit pada gim penentuan dan menang 21-15.

Dukungan penonton Indonesia di tribun turut membantu pasangan tersebut melewati tekanan. “Set kedua sudah kalah, sudah nge-down, bisa bangkit lagi dari teriakan-teriakan penonton yang ada di sini,” tutur Rina.

Final berlangsung selama 1 jam 13 menit. Total poin kedua pasangan bahkan hanya terpaut satu, yakni Indonesia 53 dan China 52.

Balas Kekalahan dari China

Kemenangan atas Lin/Zeng juga menjadi pembuktian bagi Subhan/Rina setelah kekalahan dari China pada Paralimpiade Paris 2024. Saat itu, mereka kalah dari pasangan China di semifinal. Pengalaman tersebut membuat Rina mengaku sempat merasa tegang saat kembali menghadapi wakil China.

“Tegang. Karena kami sehabis Paralimpiade waktu di Paris kalah sama China, dan itu bikin trauma kami berdua,” kata Rina.

Meski demikian, Subhan/Rina mampu menjaga fokus hingga akhirnya mempertahankan gelar yang sebelumnya mereka raih di Asian Para Games Hangzhou 2022.

“Kami berdua tetap yakin, tetap fokus. Intinya yakin saja kalau kami masih bisa mempertahankan medali emas kami,” ujar Rina.

Modal Menuju Paralimpiade 2028

Rina menutup Asian Para Games 2026 dengan tiga medali. Selain emas ganda campuran bersama Subhan, ia meraih perak ganda putri SH6 bersama Apriliyana Sulistyawati dan perunggu tunggal putri SH6.

Emas di Nagoya menjadi modal Subhan/Rina untuk menatap Paralimpiade Los Angeles 2028. Mereka berharap dapat menebus kekalahan di Paris.

“Bismillah, semoga tidak dikasih cedera, dikasih kesehatan terus sampai Paralimpiade 2028 nanti. Karena kami masih ada utang di Paralimpiade kemarin,” ungkap Rina.

Medali emas tersebut dipersembahkan Rina untuk Indonesia dan terutama sang ibu. Subhan juga mempersembahkan emas untuk keluarga, khususnya sang ibu. [npci]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
esdm 3