DIALEKSIS.COM | Mataram - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan kunjungan kerja ke PT Jamkrida NTB Syariah (Perseroda) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (29/8/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Aceh dalam menyusun Rancangan Qanun Aceh tentang PT Jaminan Pembiayaan Syariah Aceh (PT JSPA).
Dalam kesempatan itu, Hj. Salmawati, S.E., MM., akrab disapa Bunda Salma, menegaskan komitmen DPRA menghadirkan regulasi yang berpihak pada penguatan ekosistem ekonomi syariah di Aceh.
“NTB tidak jauh berbeda dengan Aceh, sama-sama menerapkan syariat Islam. Hal ini sejalan dengan visi-misi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem. Karena itu, kami datang untuk belajar langsung bagaimana NTB berhasil membangun lembaga penjaminan pembiayaan syariah yang efektif,” ujar Bunda Salma kepada Dialeksis.
Menurut Bunda Salma, penyusunan qanun ini merupakan bentuk keseriusan legislatif Aceh dalam memperkuat syariat Islam, tidak hanya dalam aspek sosial-keagamaan, tetapi juga melalui instrumen ekonomi.
“Kehadiran PT JSPA nanti diharapkan menjadi instrumen penting untuk mendorong ekosistem keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan, dan memberikan perlindungan kepada pelaku usaha maupun masyarakat,” katanya.
Selain Bunda Salma, kunjungan ini juga diikuti Ketua Komisi III DPRA, Hj. Aisyah Ismail (Kak Iin), serta sejumlah anggota, di antaranya Hasballah, Ermiyadi, Hadi Surya Nurchalis, Musdi Fauzi, dan Eddi Shadiqin.
Para legislator tampak serius mendalami tata kelola PT Jamkrida NTB Syariah, mulai dari aspek regulasi, mekanisme operasional, hingga tantangan teknis yang dihadapi.
“Melalui studi banding ini, kami ingin memastikan bahwa qanun yang sedang disusun tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat Aceh,” tambah salah seorang anggota Komisi III.
Kunjungan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkaya perspektif DPRA dalam menyiapkan rancangan qanun. Dengan mengambil pelajaran dari NTB, Aceh diharapkan segera melahirkan lembaga penjaminan pembiayaan syariah yang modern, profesional, dan sesuai prinsip syariat Islam.
“Insya Allah, PT JSPA nantinya bisa menjadi motor penggerak ekonomi Aceh, yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam,” tutup Bunda Salma dalam wawancara khusus dengan Dialeksis.