DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Golkar-PAN-PDA, Fuadri, meminta PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) memastikan stabilitas pasokan listrik serta ketersediaan gas elpiji menjelang bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri.
Ia menilai langkah antisipasi sejak dini sangat penting agar masyarakat Aceh dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa gangguan teknis.
Fuadri mengatakan, pelayanan kelistrikan menjadi kebutuhan dasar yang harus dijaga, terutama selama Ramadan ketika aktivitas masyarakat meningkat pada waktu sahur dan malam hari.
“Kita berharap masyarakat Aceh bisa melaksanakan ibadah dengan baik tanpa gangguan. Salah satu yang paling mendasar adalah listrik. Karena itu, kami meminta PLN memastikan seluruh pembangkit beroperasi normal dan melakukan langkah antisipasi sejak sekarang,” ujar Fuadri kepada dialeksis.com, Rabu (11/2/2026).
Fuadri menekankan agar PLN dan Pertamina memberikan pelayanan maksimal hingga memasuki bulan Syawal. Ia berharap ketersediaan listrik dan elpiji dapat terjaga sehingga masyarakat Aceh bisa fokus menjalankan ibadah dengan tenang.
“Pemerintah dan BUMN terkait harus menjamin layanan ini agar masyarakat bisa beribadah dengan aman dan nyaman,” ujar Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Ia menambahkan, perubahan pola aktivitas selama bulan puasa menyebabkan kebutuhan listrik cenderung meningkat, khususnya pada malam hingga dini hari.
Kondisi ini, kata dia, harus diantisipasi agar tidak terjadi pemadaman yang dapat mengganggu ibadah masyarakat.
Selain listrik, Fuadri juga menyoroti ketersediaan gas elpiji yang kerap menjadi persoalan menjelang Ramadan. Ia meminta Pertamina menambah pasokan dibanding bulan-bulan normal untuk menghindari kelangkaan di pasaran.
Menurut Fuadri, perhatian khusus juga perlu diberikan pada wilayah terpencil dan daerah yang baru terdampak bencana alam. Ia menilai distribusi energi di daerah-daerah tersebut harus dipastikan berjalan lancar agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
“Persiapan harus dilakukan sejak sekarang, terutama untuk daerah terpencil dan wilayah pascabencana. Jangan sampai masyarakat di sana justru kesulitan mendapatkan listrik dan gas,” tutupnya. [nh]