Sabtu, 17 Oktober 2026
Beranda / Parlemen Kita / Kabut Asap Banda Aceh, Irwansyah Sentil Menteri Kehutanan: Kalau Tak Mampu, Jangan Malu Mundur

Kabut Asap Banda Aceh, Irwansyah Sentil Menteri Kehutanan: Kalau Tak Mampu, Jangan Malu Mundur

Jum`at, 16 Oktober 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T. Foto: doc Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menyuarakan kekhawatirannya terhadap ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan keselamatan warga apabila kondisi udara di Banda Aceh semakin memburuk.

Irwansyah menilai, kebijakan sekolah daring maupun bekerja dari rumah (work from home/WFH) patut dipertimbangkan apabila hasil pemantauan menunjukkan peningkatan bahaya kabut asap.

Menurutnya, langkah tersebut tidak perlu diperdebatkan dengan membandingkannya dengan kebijakan pembatasan aktivitas pada masa pandemi Covid-19. Sebab, situasi dan ancaman yang dihadapi masyarakat berbeda.

"Kalaupun nanti hasil pemantauan asap kabut makin parah di Banda Aceh, kemudian diambil kebijakan sekolah daring atau kerja WFH, jangan disamakan dengan masa Covid," ujar Irwansyah dalam keterangannya dikutip Dialeksis di laman Facebooknya. 

Ia menegaskan, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas dibandingkan memaksakan aktivitas pendidikan di tengah kondisi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan.

"Sekarang kita mau menjaga anak-anak kita atau membiarkan mereka beraktivitas dalam kepungan asap? Mau sabar sejenak saja? Ini ikhtiar kita menjaga mereka yang rentan," katanya.

Irwansyah mengingatkan bahwa orang dewasa sekalipun tidak memiliki jaminan terbebas dari dampak buruk paparan asap, terlebih anak-anak yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Karena itu, ia meminta masyarakat memahami apabila pemerintah nantinya mengambil langkah sementara untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk perlindungan, bukan pengulangan situasi pandemi.

Di sisi lain, Irwansyah turut melontarkan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat dalam mengatasi persoalan kabut asap yang mengancam keselamatan masyarakat.

"Sampai kapan? Sampai asap ini tidak ada lagi. Kapan asap ini tidak ada lagi? Sejauh mana Menteri Kehutanan Raja Juli bisa bekerja dengan baik dan mau bertanggung jawab mengatasi keadaan ini?" ujarnya.

Bahkan, Irwansyah menyampaikan bahwa pejabat yang tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya seharusnya berani mengevaluasi diri dan menyerahkan tugas kepada sosok yang lebih kompeten.

"Kalau tidak mampu, jangan malu untuk minta pamit sama Pak Prabowo, biar ditangani oleh yang lebih ahli," tegasnya.

Meski melontarkan kritik keras, Irwansyah tetap mengajak masyarakat menghadapi situasi tersebut dengan kesabaran dan kepedulian bersama, terutama dalam melindungi kelompok rentan.

Ia berharap ancaman kabut asap tidak berlangsung berkepanjangan dan pemerintah mampu mengambil langkah nyata agar masyarakat kembali beraktivitas dengan aman.

"Jangan lupa, doa kuat-kuat kita kepada Allah agar segera diakhiri musibah ini," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI