DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat kontribusi terhadap peningkatan nilai ekonomi sebesar Rp1.834,8 triliun selama dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan mengatakan, kontribusi tersebut berasal dari sejumlah sumber, yakni Pajak Penghasilan (PPh), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta Hak Tanggungan.
“Selama dua tahun, terjadi peningkatan nilai ekonomi, baik yang bersumber dari PPh, BPHTB, PNBP, dan Hak Tanggungan, sebesar Rp1.834,8 triliun,” kata Dalu dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, kontribusi pada periode Oktober 2025 hingga Oktober 2026 mencapai Rp917,05 triliun. Angka tersebut meningkat Rp1,30 triliun dibandingkan periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025 yang mencapai Rp916,75 triliun.
Peningkatan tersebut sejalan dengan percepatan pendaftaran tanah yang dilakukan Kementerian ATR/BPN. Hingga kini, sebanyak 129,9 juta bidang tanah telah terdaftar, dengan 97,2 juta bidang di antaranya telah bersertipikat.
Menurut Dalu, capaian tersebut turut didorong program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang telah berjalan sejak 2017 dan terus dilaksanakan hingga 2026.
“Capaian tersebut terus meningkat melalui pelaksanaan program PTSL yang dimulai pada 2017 dan berlanjut hingga 2026 ini,” ujarnya.
Dalu menambahkan, pendaftaran tanah memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Sertipikat tanah, misalnya, dapat digunakan sebagai agunan untuk memperoleh pembiayaan melalui Hak Tanggungan.
Selain itu, ATR/BPN mempercepat digitalisasi layanan pertanahan melalui penerbitan Sertipikat Elektronik. Pada periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026, sebanyak 8.873.736 Sertipikat Elektronik telah diterbitkan.
Jika digabungkan dengan penerbitan sebelum Oktober 2024, total Sertipikat Elektronik yang telah diterbitkan mencapai sekitar 9,93 juta sertipikat.
Dalu mengatakan, sebelum periode tersebut, ATR/BPN telah menerbitkan 1.053.823 Sertipikat Elektronik sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2023.
“Dengan demikian, total penerbitan Sertipikat Elektronik hingga Oktober 2026 mencapai sekitar 9,93 juta sertipikat,” pungkasnya. [in]
