Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Aceh Siaga Bencana Hidrometeorologi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Aceh Siaga Bencana Hidrometeorologi

Selasa, 14 April 2026 07:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir bersama jajaran pemerintahan bahas langkah antisipasi kondisi cuaca yang tidak stabil di Aceh. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh yang berlaku mulai 13 hingga 15 April 2026. Sejumlah kabupaten/kota diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Pelaksana Tugas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Anang Arianto, dalam laporan yang diterima RRI, Senin (13/4/2026), menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Aceh. Selain itu, adanya belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat dan timur Aceh turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

Pada 13 April 2026, wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Sementara itu, pada 14 April 2026, potensi cuaca serupa diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah yang lebih luas, antara lain Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Gayo Lues, Langsa, Pidie, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

Adapun pada 15 April 2026, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intens pada siang hari. Warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi menimbulkan angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

Merespons peringatan tersebut, Pemerintah Aceh menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten/kota hingga 20 April 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengaktifkan posko siaga darurat selama 24 jam, khususnya di wilayah rawan bencana.

“Kami meminta BPBD di kabupaten/kota untuk melakukan aktivasi posko dan memantau perkembangan cuaca secara real-time bersama BMKG dan BPBA. Periode siaga ini sangat krusial guna meminimalisir risiko,” ujar M. Nasir saat memimpin rapat koordinasi bersama Tim SAR dan BMKG.

Ia menegaskan, langkah mitigasi harus segera dilakukan, termasuk normalisasi drainase dan sungai, pengerukan sedimentasi, serta pemangkasan pohon rawan tumbang. Selain itu, pengamanan baliho dan utilitas berisiko tinggi juga perlu dilakukan guna mencegah dampak lebih lanjut.

Pemerintah Aceh juga menginstruksikan mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC), penyiapan alat berat, serta kesiapan sarana evakuasi, logistik darurat, hingga tenda pengungsian. Jalur evakuasi dan lokasi pengungsian diminta untuk diverifikasi kembali demi memastikan keamanan masyarakat.

Dalam upaya penanganan, koordinasi lintas sektor diperkuat dengan melibatkan TNI/Polri serta instansi terkait seperti BPJN, BWSS, SAR, PLN, dan Telkom guna menjamin respons cepat saat terjadi kondisi darurat.

Optimalisasi sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) juga menjadi perhatian. Camat, keuchik, dan perangkat desa diminta aktif menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.

“Jangan ada informasi yang terputus. Langkah preventif ini diharapkan mampu meminimalisir dampak cuaca ekstrem selama periode siaga hingga 20 April 2026,” tutup M. Nasir.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI