Sabtu, 30 Agustus 2025
Beranda / Pemerintahan / Bustami Abubakar: MAA Kini Punya Ketua Definitif Setelah Tiga Tahun Kekosongan

Bustami Abubakar: MAA Kini Punya Ketua Definitif Setelah Tiga Tahun Kekosongan

Jum`at, 29 Agustus 2025 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Pengukuhan Pengurus MAA Pergantian Antar Waktu (PAW) Periode 2021 - 2026, yang digelar di Aula Mahkamah Syar’iyah Aceh. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Bidang Litbang Majelis Adat Aceh (MAA), Dr. Bustami Abubakar, menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali beraktivitas setelah beristirahat selama 54 hari, sejak 4 Juli hingga 27 Agustus 2025, akibat kondisi kesehatan.

“Alhamdulillah, ini semua berkat doa, bantuan, dukungan, dan motivasi dari keluarga, kerabat, dan rekan semua. Semoga ini menjadi awal yang baik,” ujarnya kepada Dialeksis saat hubungi, Jumat (29/8/2025).

Kegiatan pertama yang ia ikuti setelah masa pemulihan adalah Pengukuhan Pengurus MAA Pergantian Antar Waktu (PAW) Periode 2021 - 2026, yang digelar di Aula Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Bustami mengingatkan, sejak wafatnya Ketua MAA Prof. Farid Wajdi pada 14 Agustus 2021, lembaga adat tertinggi di Aceh itu tidak memiliki ketua definitif. Selama lebih dari tiga tahun, MAA hanya dipimpin secara kolektif kolegial oleh dua wakil ketua.

“Situasi ini tentu saja kurang kondusif bagi perjalanan lembaga. Banyak kritik dari berbagai komponen masyarakat yang ditujukan kepada MAA atas kondisi ini,” kata Bustami.

Upaya mencari ketua definitif sebenarnya telah dilakukan, termasuk melalui musyawarah. Namun dinamika internal dan perbedaan pandangan membuat semua proses itu berakhir di jalan buntu.

Bustami menuturkan, titik terang baru muncul setelah Muzakir Manaf (Mualem) menjabat sebagai Gubernur Aceh. Dengan dukungan berbagai pihak, baik personal maupun kelembagaan, akhirnya musyawarah pemilihan ketua berhasil digelar pada 3 Juli 2025.

Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Yusri Yusuf dipilih secara aklamasi sebagai Ketua MAA definitif hingga pelaksanaan Mubes tahun depan. “Ini menjadi momentum penting yang mengakhiri kekosongan panjang kepemimpinan MAA,” tegas Bustami.

Musyawarah itu juga menetapkan sembilan orang tim formatur yang bertugas menyusun formasi kepengurusan baru. Beberapa pengurus lama diganti posisinya, sementara sejumlah wajah baru masuk menggantikan pengurus yang wafat atau berhalangan tetap.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan pengukuhan pengurus PAW yang dipimpin langsung oleh Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud. Seluruh jajaran pengurus MAA yang baru turut hadir dalam prosesi tersebut.

Bustami berharap, dengan adanya ketua definitif dan kepengurusan yang lebih solid, MAA dapat kembali memperkuat peran dan kiprahnya sebagai penjaga adat dan budaya Aceh.

“Ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan titik awal untuk mengembalikan marwah MAA sebagai lembaga terhormat di Aceh,” pungkasnya.


Keyword:


Editor :
Redaksi

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka