Rabu, 27 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Garuda Buka Lagi Penerbangan Umrah Langsung Aceh-Jeddah

Garuda Buka Lagi Penerbangan Umrah Langsung Aceh-Jeddah

Selasa, 26 Mei 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Ilustrasi rombongan masyarakat Aceh pergi ke Umroh via SIM dengan pesawat Garuda. Foto: for Dialeksis.com

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyambut baik kembali hadirnya layanan penerbangan langsung umrah rute Banda Aceh“Jeddah yang akan dilayani PT Garuda Indonesia Tbk mulai 29 Juni 2026 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.

Layanan penerbangan tersebut akan menggunakan armada widebody Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia dengan kapasitas 360 kursi kelas ekonomi. Penerbangan dijadwalkan berlangsung setiap pekan hingga Februari 2027.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, ST, MT, mengatakan hadirnya kembali penerbangan langsung umrah menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Aceh. Menurutnya, layanan tersebut akan memudahkan jamaah karena tidak lagi harus transit ke luar negeri sebelum menuju Arab Saudi.

“Ini sesuai harapan Bapak Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf agar masyarakat Aceh dapat menikmati layanan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit di daerah lain. Kehadiran penerbangan langsung ini tentu sangat membantu jamaah karena lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya,” ujar Faisal di Banda Aceh, Senin (25/5/2026).

Faisal menjelaskan, Pemerintah Aceh selama ini terus mendorong keberlanjutan penerbangan langsung umrah dari Aceh. Salah satunya melalui dukungan kebijakan kepada pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sebelumnya, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf juga telah menyampaikan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 29 April 2026. Surat tersebut berisi permohonan dukungan kebijakan akselerasi penerbangan umrah langsung dari Aceh.

Dalam surat itu, Pemerintah Aceh meminta dukungan agar maskapai asal Arab Saudi juga dapat memperoleh izin technical stop with traffic rights di Bandara Sultan Iskandar Muda. Skema tersebut memungkinkan maskapai asing singgah sekaligus mengangkut jamaah umrah asal Aceh menuju Arab Saudi.

Menurut Faisal, selama ini sebagian besar jamaah umrah Aceh masih harus menggunakan rute transit melalui Kuala Lumpur. Kondisi itu membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan biaya tiket relatif lebih mahal.

Ia menilai, kebijakan pembukaan penerbangan langsung menjadi solusi penting di tengah keterbatasan armada berbadan lebar maskapai nasional untuk memenuhi kebutuhan penerbangan reguler dari Aceh menuju Arab Saudi.

“Potensi jamaah umrah Aceh mencapai sekitar 32 ribu orang per tahun. Jika penerbangan langsung semakin terbuka, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi besar bagi Aceh,” ujar Faisal.

Pemerintah Aceh, kata Faisal, berharap layanan penerbangan langsung ini dapat berjalan berkesinambungan. Kehadirannya dinilai menjadi langkah awal untuk memperkuat konektivitas internasional Aceh sekaligus memberi kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi biaya bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah umrah.

Selain itu, layanan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai salah satu pintu gerbang penerbangan umrah di wilayah barat Indonesia.

Sementara itu, Plh GM Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, mengatakan penerbangan perdana pada 29 Juni 2026 akan melayani rute Banda Aceh“Madinah. Jadwal itu bertepatan dengan pemulangan kloter terakhir jamaah haji embarkasi Aceh.

Setelah penerbangan perdana tersebut, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan reguler umrah rute Banda Aceh“Jeddah pulang pergi setiap pekan.

“Berkat dukungan Pemerintah Aceh yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur H. Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur H. Fadhlullah yang sangat peduli terhadap penerbangan langsung ini, insyaallah penerbangan perdana akan mengantar jamaah umrah pertama dari Banda Aceh ke Madinah, seiring dengan kepulangan jamaah haji kloter terakhir dari Madinah ke Banda Aceh,” ujar Jufriandi.

Direktur PT BTJ Aviasi, Ricky, mengatakan program penerbangan umrah tahun ini dirancang sebagai paket spesial 12 hari dengan jadwal keberangkatan setiap Rabu. Dengan pola tersebut, jamaah memiliki kesempatan melaksanakan dua kali ibadah Jumat, masing-masing di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Ricky menyebutkan, pihaknya sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan penerbangan charter di Aceh bersama Pemerintah Aceh, Kementerian Haji Umrah Provinsi Aceh, serta para pemangku kepentingan terkait juga sedang mengupayakan agar jamaah umrah Aceh dapat difasilitasi proses administrasi dan keberangkatannya melalui Asrama Haji Banda Aceh.

“Termasuk iring-iringan pemberangkatan sampai tiba di bandara, sehingga jamaah bisa merasakan berangkat umrah seperti berangkat haji,” kata Ricky.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI