Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Kemlu dan Pertamina Bahas Teknis Evakuasi Dua Kapal Tanker dari Selat Hormuz

Kemlu dan Pertamina Bahas Teknis Evakuasi Dua Kapal Tanker dari Selat Hormuz

Minggu, 29 Maret 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). [Foto: Antara]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mulai membahas langkah teknis pembebasan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz, menyusul respons positif dari Iran atas upaya diplomasi Indonesia.

Dua kapal tersebut, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di wilayah Teluk Persia. Pembahasan teknis difokuskan pada aspek keselamatan pelayaran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, kapal Pertamina Pride digunakan untuk mendukung kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi energi bagi pihak ketiga. Menurutnya, keselamatan awak kapal serta keamanan muatan menjadi prioritas utama.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” kata Vega.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Iran.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl dalam pernyataan resmi, Jumat (27/3/2026).

Meskipun demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu terkait kapan kedua kapal dapat melanjutkan pelayaran keluar dari Selat Hormuz. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI