Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Murthalamuddin Resmi Pimpin Dinas Pendidikan Aceh, PGRI Optimistis Hadirkan Perubahan Positif

Murthalamuddin Resmi Pimpin Dinas Pendidikan Aceh, PGRI Optimistis Hadirkan Perubahan Positif

Sabtu, 28 Februari 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Aceh, Al Munzir. Foto: doc Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Aceh - Murthalamuddin resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam prosesi yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (27/2/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Penunjukan Murthalamuddin menandai babak baru kepemimpinan pendidikan di tingkat provinsi. Sosoknya dikenal sebagai birokrat pendidikan yang berangkat dari profesi guru, dengan rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan pemerintahan.

Kariernya ditempa dari bawah. Ia pernah aktif di dunia jurnalistik sebelum sepenuhnya mengabdikan diri di sektor pendidikan. Dalam perjalanan birokrasi, Murthalamuddin juga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal komunikatif, responsif, dan dekat dengan para guru.

Di kalangan pendidikan Aceh, Murthalamuddin dikenal sebagai figur yang gemar turun langsung ke sekolah-sekolah untuk menyerap aspirasi. Ia menaruh perhatian pada penguatan pendidikan karakter, integrasi muatan lokal Aceh dalam kurikulum, serta peningkatan kualitas dan pemerataan tenaga pendidik di seluruh wilayah.

Pelantikan ini sekaligus membawa harapan baru terhadap akselerasi program peningkatan mutu pendidikan Aceh, terutama dalam menjawab tantangan pemerataan kualitas sekolah antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

Melalui respon dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Aceh, Al Munzir, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelantikan tersebut. Menurutnya, Murthalamuddin adalah figur yang memahami denyut nadi dunia pendidikan karena tumbuh dari lingkungan guru.

“Beliau bukan hanya birokrat, tetapi juga pendidik yang memahami persoalan riil di lapangan. Kami optimistis kepemimpinan beliau akan membawa semangat kolaborasi dan pembaruan dalam tata kelola pendidikan Aceh,” ujar Al Munzir kepada Dialeksis saat diminta tanggapannya. 

Ia menilai pengalaman Murthalamuddin dalam memimpin lembaga pendidikan sebelumnya menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan guru.

“PGRI siap menjadi mitra strategis Dinas Pendidikan. Kami percaya beliau memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan profesionalisme guru, penguatan kompetensi, serta kesejahteraan tenaga pendidik. Ini momentum yang baik untuk mempercepat transformasi pendidikan Aceh,” katanya.

Al Munzir juga berharap di bawah kepemimpinan baru, program peningkatan kualitas guru dapat dirancang lebih sistematis dan berkelanjutan, termasuk pelatihan berbasis kebutuhan daerah serta penguatan literasi dan numerasi siswa, upaya memartabatkan guru/kepala sekolah dan pengawas melalui fasilitasi konsultasi dan dan bantuan hukum, serta peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.

“Dengan komunikasi yang terbuka dan kepemimpinan yang merangkul, kami yakin berbagai tantangan pendidikan di Aceh dapat dihadapi bersama. Ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi tentang pelayanan kepada generasi masa depan Aceh,” tambahnya.

Pelantikan Murthalamuddin diharapkan menjadi titik tolak konsolidasi program kerja pendidikan provinsi. Dunia pendidikan Aceh kini menantikan langkah konkret yang mampu menghadirkan pemerataan mutu, penguatan karakter peserta didik, serta peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI