Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Pemkab Aceh Tenggara Kebut Pembangunan Koperasi Desa Berbasis Ketahanan Pangan

Pemkab Aceh Tenggara Kebut Pembangunan Koperasi Desa Berbasis Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry. [Foto: ist]


DIALEKSIS.COM | Kutacane - Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari implementasi program nasional yang didorong pemerintah pusat.

Hingga pertengahan Mei 2026, puluhan titik pembentukan koperasi telah berproses dan sebagian di antaranya telah mencapai tahap kesiapan penuh.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry mengatakan, pembentukan koperasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus menopang program ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian Presiden RI.

“Di Aceh Tenggara sekarang yang sedang berproses ada 64 titik. Yang sudah 100 persen ada 16 unit,” kata Salim Fakhry saat diwawancarai Dialeksis, Senin (18/5/2026).

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa koperasi yang sudah mencapai tahap 100 persen tersebut masih berada pada tahap kesiapan bangunan dan administrasi awal, belum sepenuhnya beroperasi melayani masyarakat.

“Beroperasi belum ya, bangunannya yang sudah siap baru 16. Mudah-mudahan laporan dari Pak Dandim minggu ini tambah tiga lagi yang 100 persen,” ujarnya.

Program Koperasi Merah Putih sendiri menjadi salah satu skema pemberdayaan ekonomi desa yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Pemerintah daerah menilai koperasi bukan hanya sekadar wadah simpan pinjam, tetapi dapat berkembang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, penguatan UMKM, hingga pengelolaan hasil pertanian masyarakat.

Menurut Salim Fakhry, orientasi utama pembentukan koperasi ini memang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghidupkan sektor usaha masyarakat pedesaan.

“Ya, kita kan sesuai dengan program Bapak Presiden untuk masalah ketahanan pangan. Supaya UMKM di pedesaan bisa hidup,” katanya.

Ia juga melihat koperasi desa dapat menjadi ruang pembelajaran ekonomi masyarakat, terutama generasi muda di desa, agar lebih memahami pengelolaan usaha secara kolektif dan berkelanjutan.

“Targetnya nanti masyarakat bisa belajar di koperasi. Kalau sudah berjalan, koperasi Merah Putih ini bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat bawah,” ujar dia.

Di tengah tantangan ekonomi desa yang masih menghadapi keterbatasan modal usaha, distribusi hasil produksi, hingga akses pasar, keberadaan koperasi dinilai dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah pun berupaya memastikan agar koperasi yang dibentuk tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar aktif dan tepat sasaran.

Karena itu, Pemkab Aceh Tenggara menegaskan akan tetap melakukan pendampingan setelah koperasi mulai berjalan. Pendampingan tersebut nantinya dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dinas terkait di lingkungan pemerintah daerah.

“Saya kira setelah nanti mulai beroperasi, tentu tidak lepas juga dari tanggung jawab pemerintah daerah. Kita akan terus berkoordinasi dengan koperasi-koperasi yang ada di desa-desa,” kata Salim Fakhry.

Ia menambahkan, pemerintah daerah nantinya juga akan memberikan arahan teknis melalui dinas terkait agar operasional koperasi tetap berjalan sesuai tujuan awal pembentukannya.

“Nanti kita arahkan melalui dinas kita juga,” ujarnya.

Di sisi lain, Salim Fakhry mengakui bahwa keberhasilan program koperasi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik ataupun dukungan anggaran pemerintah. Menurutnya, faktor paling menentukan justru terletak pada pengelolaan di lapangan serta keterlibatan aktif masyarakat desa itu sendiri.

Meski demikian, ia tetap optimistis program tersebut dapat berjalan baik apabila seluruh pihak memiliki semangat yang sama untuk membangun ekonomi desa.

“Ya, kita harus optimis. Kalau saya melihat program pemerintah pusat ini bagus. Cuma bagaimana nanti ketika operasional di lapangan,” katanya.

Saat ini, proses perekrutan pengawas dan unsur pengelola koperasi juga sedang berlangsung. Pemerintah berharap pengurus yang nantinya terpilih benar-benar memiliki komitmen dalam mengembangkan koperasi secara profesional dan transparan.

Bupati Aceh Tenggara itu pun mengimbau masyarakat agar mendukung penuh program tersebut karena diyakini dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa.

“Saya kira kita imbau kepada masyarakat. Sekarang ini juga sedang direkrut pengawas koperasi dan perangkat lainnya. Mudah-mudahan dengan berjalannya koperasi desa Merah Putih ini nanti bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di desa-desa,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI