Rabu, 19 Agustus 2026
Beranda / Politik dan Hukum / DNA Berharap Musda Demokrat Aceh Berjalan Tertib, Tegaskan Tak Terlibat Gerakan yang Mengganggu

DNA Berharap Musda Demokrat Aceh Berjalan Tertib, Tegaskan Tak Terlibat Gerakan yang Mengganggu

Rabu, 19 Agustus 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. [Foto: net]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bakal Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. (DNA), berharap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan mekanisme serta aturan partai.

Menjelang pelaksanaan Musda, DNA mengaku mendapat informasi mengenai adanya isu tentang kemungkinan pergerakan tertentu yang bertujuan mengganggu jalannya Musda. Ia menegaskan bahwa dirinya maupun tim dan para pendukungnya tidak terlibat dalam gerakan apa pun yang dapat merugikan Partai Demokrat.

“Saya berharap Musda berjalan dengan tertib, aman dan bermartabat. Jangan sampai ada pergerakan apa pun yang justru merugikan nama baik Partai Demokrat. Terkait isu adanya pihak yang ingin mengganggu jalannya Musda, saya pastikan saya dan pihak yang bersama saya tidak terlibat,” tegas DNA, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, isu mengenai adanya gerakan untuk mengacaukan Musda harus disikapi secara hati-hati karena berpotensi menjadi provokasi yang sengaja dikembangkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

DNA juga menegaskan, apabila terdapat pihak yang melakukan tindakan mengganggu jalannya Musda dengan membawa atau mengatasnamakan dirinya, maka tindakan tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan dengan dirinya.

“Kalau kemudian benar ada gerakan seperti itu dan ada pihak yang mengatasnamakan saya, saya tegaskan itu bukan dari saya. Saya justru menduga ada pihak yang sengaja melakukan provokasi untuk merugikan partai sekaligus membentuk opini negatif terhadap saya sebagai salah satu calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh,” ujarnya.

DNA menilai dirinya tidak memiliki alasan untuk menempuh cara-cara di luar mekanisme partai. Terlebih, dirinya telah memperoleh dukungan yang cukup untuk mengikuti proses sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

“Saya tidak perlu dan tidak akan menggunakan cara-cara yang dapat merugikan partai. Saya telah mendapatkan dukungan yang cukup untuk maju sebagai calon Ketua DPD. Selanjutnya saya mengikuti seluruh mekanisme dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai Demokrat untuk menentukan siapa yang dipercaya memimpin Demokrat Aceh ke depan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa apa pun keputusan Ketum AHY dan DPP nantinya harus dihormati sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Menurut DNA, kepentingan terbesar saat ini adalah menjaga persatuan kader dan memastikan Musda tidak meninggalkan persoalan yang dapat merugikan Demokrat Aceh.

DNA juga meminta aparat keamanan dan panitia untuk bertindak tegas apabila benar ditemukan pihak yang berusaha mengganggu atau mengacaukan jalannya Musda.

“Jika memang ada pihak yang mencoba membuat kericuhan atau mengganggu Musda, saya meminta petugas keamanan menindak tegas sesuai ketentuan. Bahkan perlu ditelusuri siapa yang berada di baliknya, sehingga tidak ada pihak yang kemudian menjadikan situasi tersebut sebagai alat untuk memfitnah atau menyudutkan calon tertentu,” pungkas DNA.

Ia berharap Musda Demokrat Aceh menjadi momentum konsolidasi dan persatuan, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Demokrat semakin kuat dan mendapat kepercayaan masyarakat Aceh. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai