DIALEKSIS.COM | Langsa - Partai Demokrat di Aceh tengah fokus memperkuat konsolidasi internal dan memastikan kader-kadernya memiliki loyalitas yang utuh terhadap partai. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Langsa, H. Syahyuzar AK, menekankan pentingnya regenerasi kader yang lahir dari proses panjang di internal partai, bukan hanya figur populer semata.
Dalam konteks ini, Syahyuzar menyoroti H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M., sebagai salah satu kader organik yang memahami kultur dan dinamika partai secara menyeluruh.
“HT Ibrahim adalah kader yang tumbuh dari bawah. Ia mengerti struktur organisasi, budaya internal, dan mampu menjembatani komunikasi antar-generasi. Ini sangat penting untuk menjaga soliditas partai saat ini,” ujar Syahyuzar, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, Partai Demokrat Aceh tidak sekadar membutuhkan nama besar atau figur yang dikenal luas, tetapi kader yang berkomitmen secara ideologis dan disiplin dalam organisasi. Loyalitas total kepada partai menjadi syarat utama.
“Demokrat harus dibangun oleh kader yang setia penuh kepada partai, tidak boleh ada loyalitas ganda. Setiap kader harus tegak lurus terhadap garis kebijakan partai,” tegasnya.
Syahyuzar menambahkan bahwa soliditas internal menjadi kunci agar Demokrat tetap memiliki basis pemilih yang kuat dan tidak kehilangan arah politik. Oleh karena itu, figur dengan rekam jejak bersih, konsisten, dan mampu menjaga marwah partai sangat dibutuhkan.
“Pengalaman dan kedisiplinan HT Ibrahim menjadi modal penting untuk memperkuat barisan kader, sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan Partai Demokrat di Aceh,” pungkas Syahyuzar. [*]