Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Kolaboratif Illiza Dinilai Perkuat Arah Pembangunan Aceh

Kolaboratif Illiza Dinilai Perkuat Arah Pembangunan Aceh

Sabtu, 07 Februari 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

 Illiza Sa’aduddin Djamal Walikota Banda Aceh sekaligus mantan anggota DPR RI. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UIN Ar-Raniry, Muazzinah Yacob, BSc, MPA, menilai langkah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal menunjukkan konsistensi yang kuat antara gagasan, kerja nyata, dan arah pembangunan jangka panjang Aceh.

Menurut Muazzinah, perhatian Illiza terhadap sektor pendidikan, termasuk penguatan akses beasiswa bagi anak-anak Aceh, mencerminkan komitmen serius dalam membangun sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

“Pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari investasi pada manusia, dan itu terlihat jelas dalam fokus kebijakan Illiza,” ujarnya kepada Dialeksis, Sabtu (07/02/2026).

Sebagai Wali Kota Banda Aceh, Illiza juga dinilai berhasil mendorong visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, di mana pemerintah berperan sebagai penggerak yang menyatukan berbagai elemen, mulai dari komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga generasi muda. Salah satu wujud konkret dari pendekatan tersebut adalah pengembangan Banda Aceh sebagai Kota Parfum, yang menjadi model ekonomi kreatif berbasis kolaborasi antara UMKM, pelaku industri, dan kreator lokal.

Muazzinah menambahkan, sinergi Illiza dengan pemerintah pusat turut memperkuat arah pembangunan tersebut. Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan Teuku Riefky Harsya dinilai strategis, mengingat posisinya sebagai putra Aceh yang memahami dinamika dan kebutuhan daerah.

“Kepemimpinan yang kuat dalam tata kelola, memiliki daya elektoral, serta mampu bekerja lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan Aceh ke depan,” jelasnya.

Dalam konteks politik, gaya kepemimpinan Illiza yang inklusif dan kolaboratif dinilai sejalan dengan kebutuhan konsolidasi Partai Demokrat Aceh. Pendekatan yang menyatukan berbagai elemen ini memperkuat pandangan bahwa Illiza memiliki kapasitas untuk mengemban peran strategis yang lebih luas, termasuk sebagai figur yang diperhitungkan dalam bursa Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Muazzinah juga menekankan pentingnya membuka ruang kepemimpinan bagi perempuan di tingkat provinsi.

“Perempuan harus diberikan kesempatan yang setara untuk menjadi ketua partai di tingkat provinsi. Selama ini, ruang tersebut masih sangat terbatas di Aceh,” tegasnya.

Dengan fondasi pendidikan, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor, Muazzinah menilai langkah-langkah Illiza mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya visioner, tetapi juga relevan bagi penguatan Aceh dan organisasi politik ke depan.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI