Jum`at, 04 April 2025
Beranda / Politik dan Hukum / Monolog Aryos Nivada: Kupas Tuntas Jalannya Pilkada Aceh, Simak !

Monolog Aryos Nivada: Kupas Tuntas Jalannya Pilkada Aceh, Simak !

Minggu, 08 Desember 2024 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Aryos Nivada, akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala sekaligus host Jalan Ary. Foto: Jalan Ary


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pilkada Aceh 2024 kembali menjadi topik perbincangan hangat. Dalam sebuah monolog yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Jalan Ary yang dilansir media dialeksis.com, Minggu, 8 Desember 2024, Aryos Nivada, akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala sekaligus host Jalan Ary, mengupas tuntas jalannya pesta demokrasi "Pilkada"di Aceh.

Aryos menjelaskan, Pilkada Aceh kali ini berbeda dari sebelumnya. Dengan hanya dua pasangan calon yang bertarung, yakni Mualem-Dek Fad (02) dan Bustami-Syech Fadhil (01), persaingan terasa semakin tajam dan menciptakan polarisasi mendalam di masyarakat.

“Polarisasi ini tidak hanya terlihat dalam arena politik formal, tetapi juga merembes ke percakapan sehari-hari di warung kopi, diskusi masyarakat, bahkan media sosial. Polarisasi ini bisa berdampak panjang, bahkan setelah pasangan terpilih dilantik. Rekonsiliasi antarpendukung pun menjadi tantangan besar,” ujar Aryos dalam monolognya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Jaringan Survei Inisiatif (JSI) pada 7-15 November 2024, pasangan Mualem-Dek Fad diprediksi unggul dengan perolehan suara 52,36 persen. 

Sementara itu, pasangan Bustami-Syech Fadhil meraih 43,47 persen, dengan 4,17 persen responden belum menentukan pilihan. Dengan margin of error sebesar 2,83 persen, JSI yakin pasangan 02 akan ditetapkan sebagai pemenang oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Aryos menilai kemenangan pasangan Mualem-Dek Fad tidak lepas dari dukungan solid partai politik pengusung dan simpatisan militan. 

"Sosok Mualem dianggap mewakili identitas Aceh yang kuat, sebuah daya tarik besar bagi masyarakat," paparnya.

Di sisi lain, Aryos mengapresiasi perolehan suara pasangan Bustami-Syech Fadhil yang mencapai lebih dari 40 persen. 

Faktor-faktor seperti strategi kampanye yang cerdas, kerja tim solid, dan isu lokal seperti “Pidisme” berhasil dimanfaatkan untuk menarik dukungan di luar basis tradisional lawan.

Monolog Aryos juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan Pilkada Aceh 2024. KIP Aceh dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslih) dinilai kurang optimal dalam sinkronisasi regulasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kritik ini menjadi perhatian publik, terlebih ketika Panwaslih absen dalam debat ketiga. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang profesionalitas dan transparansi mereka,” tegas Aryos.

Aryos menekankan bahwa kemenangan Mualem-Dek Fad membawa tanggung jawab besar untuk menyatukan kembali masyarakat Aceh yang terpecah. 

Tantangan utama yang harus dihadapi meliputi pengentasan kemiskinan, pengurangan angka stunting, dan penanggulangan pengangguran.

“Tugas besar mereka adalah memastikan tidak ada lagi kubu 01 atau 02. Yang ada adalah satu Aceh untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Aryos.

Ia juga menambahkan, masyarakat Aceh berharap pemimpin terpilih mampu membawa Aceh menuju kesejahteraan dan keharmonisan.

Aryos mengajak semua pihak untuk mendukung pemimpin terpilih demi mewujudkan Aceh yang lebih maju. 

Dengan polarisasi yang tajam dan berbagai tantangan yang menanti, hasil Pilkada Aceh 2024 tidak hanya menentukan arah kepemimpinan tetapi juga masa depan seluruh masyarakat Aceh.

“Kita perlu bergerak bersama untuk membangun Aceh yang lebih baik dan meninggalkan perpecahan politik,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI