DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah mengecam keras insiden pengeroyokan terhadap seorang warga Aceh bernama Faisal Amsco yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya. Peristiwa tersebut berlangsung di ruang RPK PPA saat korban tengah menghadiri agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya.
Menurut Nasruddin, kejadian ini merupakan tamparan keras bagi institusi kepolisian dan mencederai rasa keadilan publik. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata menyangkut identitas korban sebagai warga Aceh, melainkan kegagalan aparat dalam menjalankan tugas utama melindungi setiap warga negara tanpa kecuali.
“Ini bukan persoalan warga Aceh atau daerah tertentu. Ini persoalan serius tentang runtuhnya fungsi perlindungan negara oleh kepolisian. Bagaimana mungkin kantor polisi yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi ruang yang memberi legitimasi bagi tindakan premanisme?” tegasnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Nasruddin secara tegas mendesak Kapolri untuk segera mengambil langkah konkret dan tanpa kompromi:
1. Mencopot Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan menjaga keamanan di institusinya sendiri.
2. Menangkap dan mengadili seluruh pelaku pengeroyokan tanpa pandang bulu.
3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan internal kepolisian, khususnya dalam penanganan perkara yang melibatkan masyarakat sipil.
Sebagai mantan tahanan politik (tapol) dan narapidana politik (napol) Aceh, Nasruddin menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa ini sebagai sesuatu yang “memalukan” dan tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum.
“Jika di dalam kantor polisi saja warga bisa dikeroyok, lalu di mana lagi rakyat harus mencari perlindungan? Ini preseden buruk. Negara tidak boleh kalah oleh preman di dalam rumahnya sendiri,” ujarnya tajam.
Ia juga menekankan bahwa ketegasan Kapolri dalam menangani kasus ini akan menjadi indikator penting bagi kepercayaan publik terhadap institusi Polri ke depan.
“Kapolri harus bertindak tegas. Jangan biarkan institusi ini kehilangan wibawa di mata rakyat. Hukum harus ditegakkan, bukan dinegosiasikan,” tutupnya. [*]