DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, H Aiyub bin Abbas atau Abuwa, menargetkan Partai Aceh meraih 40 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Pemilu 2029.
Target tersebut disampaikan Abuwa kepada awak media usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Aceh 2026 di Banda Aceh, Jumat (18/9/2026).
Menurut Abuwa, target 40 kursi merupakan bagian dari upaya Partai Aceh meningkatkan kembali kekuatan politiknya pada Pemilu 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, ia meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi dan tidak terjebak dalam konflik internal.
“Target kita ke depan 40 kursi di DPRA. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu, kita harus kompak dan bekerja bersama,” kata Abuwa.
Ia mengingatkan kader agar tidak saling menjatuhkan atau berebut posisi di internal partai. Menurutnya, jabatan tidak seharusnya menjadi tujuan utama kader Partai Aceh.
“Jangan cari jabatan di Partai Aceh. Di Partai Aceh tidak ada gaji partai. Yang ada adalah perjuangan dan tanggung jawab,” tegasnya.
Abuwa mengatakan seluruh kader harus memahami bahwa kekuatan Partai Aceh pada Pemilu 2029 sangat bergantung pada soliditas organisasi dari tingkat DPP hingga struktur di daerah.
“Kalau kita saling sikut, bagaimana kita mau mencapai 40 kursi?” ujarnya.
Ia meminta persoalan yang muncul di internal partai diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi. Menurutnya, perbedaan kepentingan tidak boleh mengganggu kerja politik kader di tengah masyarakat.
“Kalau ada masalah, mari kita duduk bersama. Jangan persoalan internal membuat kita terpecah,” katanya.
Abuwa menyebut target 40 kursi tersebut juga harus dibarengi dengan penguatan perolehan kursi DPRK di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Ia meminta jajaran pengurus memperkuat kembali struktur partai, terutama di daerah yang mengalami penurunan kekuatan politik. “Kita bukan hanya bicara DPRA. Kursi DPRK juga harus kita tambah. Semua daerah harus bergerak,” ujarnya.
Menurut Abuwa, konsolidasi menjadi salah satu agenda penting Rapim Partai Aceh 2026. Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat organisasi dan mesin politik partai hingga tingkat bawah.
“Rapim ini bukan hanya untuk berkumpul. Kita harus menghasilkan sesuatu untuk memperkuat partai,” katanya.
Ia menekankan kerja kader tidak boleh hanya dilakukan menjelang pemilu. Menurutnya, hubungan dengan masyarakat dan penyelesaian berbagai persoalan di tingkat bawah harus menjadi bagian dari kerja politik sehari-hari.
“Jangan hanya bekerja ketika pemilu sudah dekat. Dari sekarang kita harus turun dan bekerja bersama masyarakat,” kata Abuwa.
Dalam kesempatan itu, Abuwa juga mengajak peserta Rapim mendoakan Ketua DPP Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang sedang menjalani pengobatan.
“Ayo kita berdoa untuk pimpinan kita, semoga Mualem cepat sehat dan kembali bersama kita,” ujarnya.
Rapim Partai Aceh 2026 berlangsung di Banda Aceh pada 18-19 September 2026 dan menjadi salah satu forum konsolidasi internal partai dalam mempersiapkan agenda politik menuju Pemilu 2029. [nh]