DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, optimistis PAN Aceh mampu menjadi salah satu kekuatan politik utama di Tanah Rencong pada Pemilu mendatang.
Hal itu disampaikannya saat kata sambutan pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN kabupaten/kota se-Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Di hadapan ribuan kader dan simpatisan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menilai semangat kader muda serta soliditas kepengurusan PAN Aceh menjadi modal besar untuk meningkatkan perolehan suara partai di masa mendatang.
"Saya yakin PAN Aceh minimal bisa masuk tiga besar. Ini bukan sekadar slogan, tetapi target yang bisa dicapai jika seluruh kader bekerja keras dan tetap solid," kata Zulhas.
Menurutnya, PAN memiliki fondasi perjuangan yang kuat karena dibangun di atas nilai-nilai moral politik yang berpihak kepada rakyat. Ia menyebut PAN tidak hanya hadir sebagai partai politik, tetapi juga sebagai gerakan yang mengusung semangat Rahmatan Lil Alamin.
Dalam pidatonya, Zulhas mengibaratkan PAN seperti matahari yang memberikan manfaat kepada seluruh makhluk tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
"Matahari memberikan kehidupan kepada siapa saja tanpa memilih-milih. Begitu pula PAN harus hadir untuk semua masyarakat dan memberi manfaat seluas-luasnya," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa asas PAN adalah Rahmatan Lil Alamin, yakni menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, termasuk menjaga hubungan antarmanusia dan kelestarian lingkungan.
"Jangan ajari PAN soal toleransi. Asas kita lebih tinggi dari itu, yaitu Rahmatan Lil Alamin. Kita ingin menjadi rahmat bagi sesama manusia, lingkungan, hutan, laut, dan seluruh ciptaan Allah," katanya.
Selain menyampaikan pesan ideologis partai, Zulhas juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang menurutnya berpihak kepada rakyat. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, ia mencontohkan keberhasilan pemerintah meningkatkan kemandirian pangan nasional.
Menurutnya, Indonesia yang sebelumnya masih mengimpor jutaan ton beras kini berhasil mencapai swasembada beras melalui kebijakan yang mendukung petani.
"Tahun 2024 Indonesia masih mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras. Sekarang kita sudah tidak impor lagi. Ini menunjukkan bahwa ketika negara berpihak kepada petani, kita bisa mandiri," ujarnya.
Zulhas juga menegaskan bahwa PAN dan Presiden Prabowo Subianto memiliki kesamaan visi dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa, terutama di sektor pangan dan pengelolaan sumber daya alam.
"Kita ingin kekayaan alam Indonesia benar-benar digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas memberikan apresiasi khusus kepada Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, yang dinilainya berhasil membangun semangat kaderisasi dan konsolidasi partai di Aceh.
Ia bahkan menyebut pelantikan pengurus PAN se-Aceh sebagai salah satu kegiatan kepartaian terbesar dan paling meriah yang pernah dihadirinya.
"Saya bangga kepada Dek Gam dan seluruh kader PAN Aceh. Ini pelantikan terbesar, terbaik, termegah, dan termewah yang pernah saya hadiri," ujarnya disambut tepuk tangan kader.
Zulhas menilai keberhasilan membangun organisasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan logistik, tetapi juga kemampuan pemimpin dalam memilih tim terbaik untuk bekerja bersama mencapai tujuan partai.
Menurutnya, pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu melahirkan kader-kader muda yang loyal, berani, dan siap bertarung untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Brilliant leader adalah pemimpin yang mampu memilih orang-orang terbaik di sekelilingnya. Kalau kadernya hebat dan solid, maka kemenangan akan lebih mudah diraih," katanya.
Menutup arahannya, Zulhas mengajak seluruh kader PAN Aceh untuk terus bekerja di tengah masyarakat dan menjaga semangat perjuangan partai.
Ia menegaskan bahwa target menjadikan PAN sebagai salah satu kekuatan politik utama di Aceh hanya dapat dicapai melalui kerja keras, konsolidasi yang kuat, serta keberpihakan nyata kepada rakyat.
"Target tiga besar itu sangat mungkin dicapai. Kuncinya adalah kerja keras, soliditas, dan terus hadir memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kalau itu dilakukan, saya yakin PAN Aceh akan menjadi kekuatan politik utama di Tanah Rencong," pungkasnya. [nh]