DIALEKSIS.COM | Aceh Tenggara - Perjalanan Denny Febrian Roza di dunia pemerintahan dan politik memasuki babak baru. Setelah meniti karier di birokrasi dan dipercaya memimpin parlemen daerah selama dua periode, ia kini mengemban amanah sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara periode 2026 - 2031.
Denny terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Aceh Tenggara, Kamis (8/10/2026). Forum yang berlangsung di kompleks perumahan almarhum Hasanuddin Beruh tersebut dibuka Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, M. Salim Fakhry. Dukungan pengurus kecamatan dan organisasi sayap mengantarkannya memimpin partai berlambang pohon beringin itu.
Amanah tersebut melengkapi pengalaman Denny dalam mengelola pemerintahan, menjalankan tugas perwakilan rakyat, dan membangun organisasi. Sebelum dikenal sebagai politikus Golkar, ia merupakan alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang berkarier sebagai aparatur pemerintah. Pemberitaan pada 2016 mencatat dirinya menjabat Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tenggara.
Langkahnya menuju panggung politik terlihat dalam Pilkada Aceh Tenggara 2017. Denny maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Ali Basrah. Pasangan yang dikenal dengan sebutan ABDI itu mendapat dukungan sejumlah partai, termasuk Golkar. Namun, hasil rekapitulasi tingkat kabupaten menempatkan pasangan Raidin Pinim - Bukhari sebagai peraih suara terbanyak.
Hasil pilkada tersebut tidak mengakhiri kiprah politik Denny. Dua tahun berselang, perjalanan pengabdiannya berlanjut melalui lembaga legislatif. Pada 4 Oktober 2019, ia dilantik menjadi Ketua DPRK Aceh Tenggara untuk masa jabatan 2019 - 2024.
Pelantikan itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan hidupnya. Ibundanya, Rosmaniar, meninggal dunia hanya beberapa jam sebelum prosesi pengambilan sumpah. Suasana duka menyertai langkah Denny menerima tanggung jawab sebagai pimpinan dewan.
Dalam sambutannya saat itu, Denny menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi saran dan kritik untuk pelaksanaan tugas lembaga perwakilan rakyat.
Pengalaman di parlemen berjalan beriringan dengan tanggung jawab di internal partai. Pada Musda IX Golkar Aceh Tenggara, 18 Agustus 2020, Denny ditunjuk sebagai sekretaris DPD II mendampingi M. Salim Fakhry yang terpilih sebagai ketua periode 2020 - 2025. Posisi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan organisasinya sebelum menerima mandat sebagai ketua pada Musda X.
Kiprah Denny juga menjangkau dunia olahraga. Melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten pada 14 Juni 2022, ia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua KONI Aceh Tenggara periode 2022 - 2026. Sebanyak 17 pengurus cabang olahraga mengusulkan namanya.
Saat menerima kepercayaan itu, Denny mengajak pengurus cabang olahraga memperkuat kerja sama dan mempersiapkan atlet untuk meraih prestasi. Pengalaman tersebut memperluas ruang aktivitasnya di luar parlemen dan kepengurusan partai.
Di lembaga legislatif, Denny kembali dipercaya memegang jabatan Ketua DPRK Aceh Tenggara periode 2024 - 2029. Ia dilantik pada 31 Oktober 2024 bersama dua wakil ketua, Gegoh Mustawa Madya dari PAN dan Bukhari dari Hanura.
Pada kesempatan itu, Denny menekankan tanggung jawab anggota dewan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara luas. Ia meminta wakil rakyat mengutamakan kinerja dan tidak mengabaikan tugas utama sebagai penyambung aspirasi warga.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menjalankan tanggung jawab baru di Golkar Aceh Tenggara. Seusai terpilih, Denny menyampaikan komitmen merangkul seluruh elemen partai.
“Saya akan merangkul semua pihak dan tidak ada kubu-kubuan,” kata Denny, sebagaimana dikutip dari pemberitaan Lensapost, Kamis (8/10/2026).
Ia menetapkan penguatan kepengurusan hingga tingkat desa, pengaktifan organisasi sayap, serta penyiapan kader muda sebagai prioritas. Agenda tersebut diarahkan untuk membangun kesiapan Golkar menghadapi Pemilu 2029.
Dari birokrasi, kontestasi pilkada, hingga kepemimpinan parlemen dan partai, perjalanan Denny memperlihatkan pengalaman yang terus bertambah. Amanah memimpin Golkar Aceh Tenggara membuka kesempatan baginya untuk menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi kerja organisasi yang solid dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. [ ]