Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / 16 Ribu Korban Banjir Bireuen Dapat Jadup, Total Bantuan Tembus Rp22 Miliar

16 Ribu Korban Banjir Bireuen Dapat Jadup, Total Bantuan Tembus Rp22 Miliar

Jum`at, 03 April 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Bireuen H Mukhlis mulai menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) kepada 100 perwakilan dari korban bencana hidrometeorologi. [Foto: Humas Bireuen]


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Bupati Bireuen H Mukhlis mulai menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) kepada ribuan korban bencana hidrometeorologi. Penyaluran tahap pertama secara simbolis dilakukan pada Jumat (3/4/2026) di Pendopo Bupati.

Sebanyak 100 perwakilan dari total 16.734 penyintas diundang untuk menerima bantuan secara simbolis. Para penerima merupakan korban dengan kategori hunian rusak ringan, sedang, hingga berat atau hilang.

Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, mengatakan penyaluran jadup secara penuh akan dimulai pada Senin, 6 April 2026, melalui PT Pos Indonesia dan dilakukan secara bertahap.

“Setiap penerima mendapatkan bantuan untuk tiga bulan, dengan nilai Rp15.000 per hari atau Rp450.000 per bulan per jiwa,” ujarnya.

Total anggaran jadup yang digelontorkan untuk wilayah Bireuen mencapai Rp22,1 miliar.

Selain jadup, pemerintah pusat juga telah menyalurkan sejumlah bantuan lain, termasuk dana tunggu hunian (DTH) serta dana stimulan perumahan yang saat ini tengah diproses pencairannya melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).

Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan bantuan lanjutan berupa stimulan ekonomi dan perabotan rumah tangga akan segera disalurkan dalam waktu dekat.

Untuk korban yang belum terdata atau masuk kategori tidak memenuhi kriteria (TMK) pada tahap pertama, proses pendataan tahap kedua saat ini masih berlangsung. Pemerintah juga memastikan korban dengan kerusakan berat yang belum menerima DTH akan diprioritaskan pada tahap berikutnya.

Pemkab mengimbau masyarakat yang terdampak agar aktif melapor kepada perangkat desa jika belum terdata. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui pemerintah desa, kecamatan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar proses penyaluran bantuan berjalan maksimal,” kata Muhajir. 

Dalam pernyataannya, Muhajir menekankan pentingnya menjaga sikap dan tutur kata di tengah dinamika yang terjadi di masyarakat. Warga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.

“Mari kita semua menahan diri dari caci maki, fitnah-memfitnah, dan hina-menghina. Semakin hati kita saling curiga, maka semakin lebar jurang pemisah di antara kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, masyarakat juga diingatkan bahwa Bireuen merupakan rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat secara kolektif.

“Kita hanya memiliki satu Bireuen. Mari kita sayangi, rawat dengan sepenuh hati, dan kita lindungi dengan segenap jiwa,” pesan Jubir Pemkab Bireuen Muhajir. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI