Senin, 24 Agustus 2026
Beranda / Berita / Aceh / 41 KK Korban Bencana Tempati Huntara, Polsek Pintu Rime Gayo Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi

41 KK Korban Bencana Tempati Huntara, Polsek Pintu Rime Gayo Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi

Minggu, 23 Agustus 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Polsek Pintu Rime Gayo, Polres Bener Meriah, Aceh, memantau kondisi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang kini menempati hunian sementara (Huntara) di Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Minggu (23/8/2026). [Foto: Humas Res BM]


DIALEKSIS.COM | Redelong - Polsek Pintu Rime Gayo, Polres Bener Meriah, Aceh, memantau kondisi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang kini menempati hunian sementara (Huntara) di Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Minggu (23/8/2026).

Pemantauan dilakukan dengan menyambangi warga sekaligus memastikan kondisi hunian dan ketersediaan fasilitas dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Suci mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga yang masih tinggal di Huntara.

“Monitoring ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya warga yang masih menempati hunian sementara akibat bencana,” ujar Suci.

Menurut dia, pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar dan keamanan warga tetap terjaga.

Berdasarkan hasil monitoring, sebanyak 41 unit Huntara telah selesai dibangun dan kini ditempati warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada 26 November 2025.

Huntara tersebut juga telah diserahterimakan kepada warga. Selain tempat tinggal, lokasi itu telah dilengkapi sumber air bersih yang digunakan masyarakat.

Sejumlah fasilitas pendukung juga tersedia, seperti listrik, air bersih, kompor gas, kipas angin, dan tilam.

Polisi Pantau Pendidikan Anak

Pemantauan Polsek Pintu Rime Gayo tidak hanya menyasar kondisi hunian. Polisi juga memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak yang tinggal di kawasan Huntara.

Di lokasi tersebut terdapat bangunan sekolah berbahan kayu yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Bangunan itu digunakan oleh siswa-siswi SD Negeri Uning Mas yang tinggal di kawasan Huntara.

“Pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak hanya soal tempat tinggal, tetapi juga memastikan aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak, dapat terus berjalan,” kata Suci.

Dia memastikan pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait.

41 KK Menempati Huntara

Sebanyak 41 kepala keluarga (KK) yang menempati Huntara di Kampung Blang Rakal berasal dari sejumlah kampung.

Rinciannya, Kampung Uning Mas sebanyak 26 KK, Pantan Sinaku 3 KK, Negeri Antara Swabyak 3 KK, Blang Rakal 3 KK, Wih Porak 1 KK, Pancar Jelobok 3 KK, Bener Meriah 1 KK, dan Alur Cincin 1 KK.

Polres Bener Meriah menyatakan akan terus memantau situasi di kawasan Huntara, termasuk aspek keamanan dan kondisi masyarakat.

Koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait juga dilakukan untuk memastikan warga terdampak bencana dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan kondusif. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub