DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris anak-anak, dosen FKIP USK dari Departemen Pendidikan Bahasa Inggris menggelar kegiatan Advancing Children’s Speaking Ability through Short Reels 60 Seconds in social media, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Perpustakaan Baitul Hikmah Gampong Lamteumen Timur, Banda Aceh itu menghadirkan tiga dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK, yakni Ika Apriani Fata, S.Pd.,M.Hum, Dr. Saiful Marhaban, dan Andira Riski Alya, S.Pd.
Ika Apriani menyatakan bahwa penggunaan media digital seperti short reels dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kreatif karena mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi anak.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari Baitul Hikmah dan masyarakat setempat. Ketua Perpustakaan Baitul Hikmah, Harri Santoso S.Psi, M.Ed, menyebutkan kegiatan yang diberikan para dosen FKIP USK ini telah memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar lebih percaya diri berdiri di depan.
“Kemampuan berbicara menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang penting bagi anak karena mendukung keberanian untuk menyampaikan ide, perasaan, dan pendapat. Dalam praktiknya, tidak semua anak memiliki rasa percaya diri yang cukup ketika diminta berbicara di depan orang lain. Makanya, kegiatan ini sangat positif untuk anak-anak,” ujarnya.
Menurut Ika, tim pengabdian tersebut menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif melalui short video/reels 60 detik. Kata dia, media ini dipilih karena sesuai dengan kebiasaan anak yang akrab dengan gawai dan konten visual singkat.
“Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk berlatih berbicara melalui dialog sederhana, pengucapan kosakata, ekspresi lisan, hingga membuat video pendek secara individu maupun berkelompok,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK itu mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada hasil video peserta, tetapi juga pada proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
“Anak-anak diperkenalkan pada unsur dasar speaking seperti pronunciation, vocabulary, fluency, content, dan confidence. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbicara dalam format video singkat yang berdurasi 60 detik,” katanya.
Ika dan tim berharap anak-anak dapat lebih percaya diri dalam berbicara dan terbiasa menggunakan bahasa secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Program pengabdian ini, kata dia, juga menunjukkan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembelajaran bahasa yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan anak di era sekarang.[*]
