DIALEKSIS.COM | Aceh - Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M menegaskan komitmen Polda Aceh dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan stabilitas keamanan dan sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf.
Menurut Kapolda, keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi fondasi utama agar program pembangunan berjalan efektif, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan, kelancaran distribusi logistik, serta peningkatan investasi di Aceh.
“Polda Aceh berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas sebagai fondasi pembangunan daerah. Dengan sinergi bersama Pemerintah Aceh, kami memastikan setiap program berjalan aman, tertib, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah kepada Dialeksis dalam pertemuan singkatnya di kantor, Senin (6/4/2026).
Komitmen tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai langkah konkret di lapangan. Dalam penanganan pascabencana, Polda Aceh terlibat aktif dalam pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, serta membuka posko pelayanan khusus STNK dan BPKB untuk membantu masyarakat yang kehilangan dokumen akibat bencana.
Selain itu, Polda Aceh juga mengerahkan ratusan personel untuk percepatan penanganan bencana, termasuk evakuasi warga, distribusi logistik, hingga pemulihan akses transportasi. Bersama TNI dan masyarakat, Polda Aceh turut membangun jembatan darurat di Aceh Singkil guna memulihkan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam mendukung pembangunan sektor strategis, Polda Aceh juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga. Sinergi dengan PLN dilakukan untuk mendukung keandalan listrik dan pengamanan infrastruktur energi, termasuk mendukung kebutuhan industri dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Di bidang ketahanan pangan, Polda Aceh menjalin kerja sama dengan instansi Kementerian Pertanian guna mendukung program nasional, sekaligus memastikan stabilitas distribusi dan produksi pangan di daerah.
Tidak hanya itu, Polda Aceh juga berperan dalam penguatan layanan publik melalui sinergi dengan RSUDZA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi tenaga medis. Dalam aspek tata kelola, Polda Aceh turut mengawal transparansi program pemerintah, seperti pengawasan dana publik agar tepat sasaran dan akuntabel.
Kapolda menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari peran Polri sebagai pendukung utama pembangunan daerah melalui penciptaan situasi yang aman dan kondusif.
"Keamanan terjaga, pembangunan akan berjalan. Ini yang terus kami dorong bersama Pemerintah Aceh,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut baik komitmen Polda Aceh dalam memperkuat sinergi pembangunan. Ia menilai stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting dalam memastikan program pemerintah berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Sinergi Forkopimda menjadi kunci. Dengan dukungan Polda Aceh, kita optimistis pembangunan, pemulihan pascabencana, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” ujar Muzakir Manaf.
Pemerintah Aceh sendiri saat ini tengah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam masa transisi pemulihan pascabencana, guna mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai wilayah.
Ke depan, sinergi antara Polda Aceh dan Pemerintah Aceh diharapkan semakin solid dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.[arn]