DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Momentum libur nasional Hari Lahir Pancasila yang berdekatan dengan akhir pekan dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata edukasi ke Museum Tsunami Aceh. Berdasarkan data rekapitulasi penjualan tiket periode 30 Mei hingga 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 16.037 pengunjung mengunjungi Museum Tsunami Aceh.
Jumlah kunjungan tertinggi terjadi pada 31 Mei 2026 dengan total 6.421 pengunjung, terdiri atas 4.949 pengunjung dewasa, 1.307 anak-anak, dan 165 wisatawan asing. Sementara itu, pada 30 Mei 2026 tercatat sebanyak 6.201 pengunjung, dan pada 1 Juni 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, jumlah pengunjung mencapai 3.415 orang.
Secara keseluruhan, selama periode tiga hari tersebut Museum Tsunami Aceh kedatangan kunjungan sebanyak 12.280 pengunjung dewasa, 3.347 pengunjung anak-anak, serta 410 wisatawan mancanegara. Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa Museum Tsunami Aceh tetap menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Aceh yang diminati berbagai kalangan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, Syahputra Azwar, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan pada masa libur nasional menjadi indikator positif terhadap minat masyarakat dalam mempelajari sejarah, nilai-nilai kemanusiaan, serta edukasi kebencanaan yang dihadirkan museum.
"Momentum libur nasional dan akhir pekan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkunjung bersama keluarga. Selain sebagai destinasi wisata, Museum Tsunami Aceh juga menjadi sarana edukasi yang penting dalam menanamkan kesadaran akan mitigasi bencana serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan," ujarnya.
Selain menikmati berbagai ruang pamer dan instalasi edukatif, para pengunjung juga dapat mempelajari perjalanan sejarah bencana tsunami Aceh tahun 2004, proses pemulihan pascabencana, serta berbagai upaya pengurangan risiko bencana yang terus dikembangkan hingga saat ini.
Museum Tsunami Aceh berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menghadirkan pengalaman edukasi yang informatif, inspiratif, dan berkesan bagi seluruh pengunjung. Tingginya antusiasme masyarakat selama periode libur ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan program edukasi yang tersedia.[*]