Kamis, 02 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Pemerintah Aceh Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga, Biayanya Lebih Murah dari LPG Subsidi

Pemerintah Aceh Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga, Biayanya Lebih Murah dari LPG Subsidi

Rabu, 01 Juli 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ilustrasi Jaringan Gas Rumah Tangga. [Foto: Sejati Nugroho/kumparan]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pengembangan jaringan gas rumah tangga sebagai solusi energi yang lebih hemat, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Langkah ini dinilai tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji bersubsidi, tetapi juga menjadi bentuk optimalisasi pemanfaatan kekayaan gas bumi yang dimiliki Aceh.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Asnawi, melalui Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi, Dian Budi Dharma, mengatakan hingga saat ini jaringan gas rumah tangga di Aceh telah melayani sekitar 35 ribu sambungan rumah yang tersebar di sejumlah daerah.

Wilayah yang telah menikmati layanan tersebut meliputi Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Timur.

Menurut Budi, pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2014 hingga 2022 dengan memanfaatkan pasokan gas dari jaringan pipa Arun-Belawan.

"Jaringan gas rumah tangga ini sudah melayani sekitar 35 ribu sambungan rumah. Biaya penggunaannya jauh lebih murah dibandingkan dengan gas melon atau LPG subsidi," kata Budi kepada media dialeksis.com, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan jaringan gas rumah tangga memberikan keuntungan yang cukup besar bagi masyarakat dari sisi biaya. Satu meter kubik gas bumi yang dialirkan melalui jaringan pipa memiliki nilai energi yang setara dengan satu tabung gas elpiji 12 kilogram.

Menariknya, masyarakat hanya dikenakan biaya sekitar Rp42.500 untuk penggunaan gas dalam jumlah tersebut, sehingga dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli gas elpiji dalam tabung.

"Konsumsi gas melalui jaringan pipa jauh lebih efisien. Selain lebih murah, masyarakat juga tidak perlu lagi repot membeli ataupun mengganti tabung gas," ujarnya.

Sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia, Aceh dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi kebutuhan rumah tangga.

Karena itu, Pemerintah Aceh berharap pembangunan jaringan gas rumah tangga dapat terus diperluas hingga menjangkau Banda Aceh dan sejumlah kabupaten lainnya yang saat ini belum menikmati layanan tersebut.

Budi mengatakan, keberadaan jaringan pipa gas baru yang terhubung hingga Banda Aceh akan membuka peluang bagi masyarakat di sepanjang jalur distribusi untuk menikmati energi yang lebih murah.

"Kita berharap ke depan ada pembangunan jaringan seperti Arun–Belawan yang bisa diperpanjang sampai ke Banda Aceh. Dengan begitu masyarakat di Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar hingga Banda Aceh juga bisa menikmati jaringan gas rumah tangga," katanya.

Menurutnya, perluasan jaringan gas rumah tangga tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemanfaatan gas bumi secara langsung melalui jaringan pipa dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan LPG bersubsidi yang selama ini masih menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Selain itu, sistem distribusi melalui jaringan pipa juga dinilai lebih praktis, aman, dan berkelanjutan karena pasokan gas langsung mengalir ke rumah pelanggan tanpa perlu distribusi tabung.

Budi menegaskan, Aceh memiliki sumber daya gas bumi yang melimpah sehingga sudah seharusnya masyarakat di daerah ini dapat menikmati manfaatnya secara lebih luas.

"Sebagai daerah penghasil minyak dan gas, tentu kita ingin sumber daya ini benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh," ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Aceh berharap semakin banyak wilayah yang terhubung dengan jaringan gas rumah tangga sehingga masyarakat memiliki alternatif energi yang lebih murah dan mudah diakses.

"Harapannya nanti masyarakat tidak lagi bergantung pada gas melon, tetapi bisa menikmati gas rumah tangga langsung dari jaringan pipa, seperti membuka keran air di rumah," pungkas Budi. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes